Beranda Kesehatan NTT Produksi Obat Hepatitis C dari Tanaman Faloak 

NTT Produksi Obat Hepatitis C dari Tanaman Faloak 

0
382

NTTsatu.com — KUPANG — Alam  Nusa Tenggara Timur ternyata kaya akan berbagai bahan yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Terbukti, dari Tanaman Faloak yang ada di bumi Flobamorata, para peneliti berhasil membuat obat herbal untuk mengatasi penyakit Hapatitis C.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memperkenalkan obat herbal ini kepada wartawan, Senin (21/9) mengatakan, para peneliti obat-obatan di NTT berhasil memproduksi obat berbahan dasar Faloak untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C.

“Saya mau menyampaikan kepada public, khususnya masyarakat NTT bahwa teman-teman para peneliti obat-obatan di NTT, khususnya obat-obatan Herbal telah berhasil membuat produk obat khususnya untuk mengatasi penyakit Hepatiti C dan bahan bakunya dari Faloak dan sekarang kita sudah akan memproduksi obat ini untuk di pakai NTT maupun di berbagai tempat yang akan menggunakan obat ini,” kata Gubernur Viktor Laiskodat dalam jumpa pers di Kantor Gubernur NTT.

Menurut Gubernur, produksi obat Herbal ini mulai dilakukan tahun ini. Namun industri baru akan disiapkan tahun depan. Pemerintah Provinsi NTT sendiri membuka diri kepada pihak ketiga yang ingin terlibat dalam produksi obat herbal ini.

“Kita akan memproduksi tahun depan, tahun ini kita sudah mulai tapi kita secara industrinya itu tahun depan kita akan menyiapkan. Kita juga akan terbuka untuk pihak ketiga yang mau bekerja sama, kalau tidak ya dari Pemerintah Provinsi NTT yang akan melakukan produksi sendiri,” kata Gubernur lagi.

Gubernur menambahkan, obat herbal berbahan dasar Faloak ini telah melalui uji klinis BPOM sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Ini sudah lewat semua karena penelitian kalau sudah keluar produk itu berati sudah aman, kalaupun tidak ada tunggu dulu, tidak boleh berdiri di sini. Sudah aman semua baru Gubernur baru boleh berdiri di sini. Ya obat ini memang bukan cuman untuk orang sakit jadi untuk pencegahan seperti kalian para jurnalis yang suka minum terlalu banyak kalau mau aman minum ini. Ini murah tidak mahal ini buat pencehaan juga bagus sehingga fungsi hati kita dapat bergerak secara baik. Orang sehat itu kalau bergerak dan bertumbuh dengan baik maka dia tetap sehat karena itu diharapkan masyarakat NTT bukan tunggu sakit dulu sebelum sakitpun harus kosumsi obat – obat herbal seperti ini untuk kesehatan kita,” tambah Gubernur lagi.

Sementara peneliti tanaman Faloak, Aji dalam kesempatan ini mengatakan, peneliti tanaman Faloak di NTT bukan dirinya sendiri tapi masih ada peneliti lainnya. Namun khusus untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C hanya dirinya sendiri yang melakukan penelitian.

Walaupun telah berhasil membuat produk obat Herbal dari bahan dasar tanaman Faloak namun Aji mengaku hingga saat ini pihaknya belum menentukan nama dari produk obat yang dihasilkannya.

“Dikesempatan ini saya ijin Bapak Gubernur, untuk produk Faloak sendiri saya ijin minta dari Bapak Gubernur untuk memberi nama sendiri atau bagaiamana kedepannya,” ucap Aji.

Gubernur untuk menamai produk Faloak kita bisa minta dari bapak Gubernur berikan namanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan NTT, dokter Meserasi Ataupah dalam kesempatan ini menjelaskan, kasus paling banyak di NTT adalah Hepatitis B, tapi yang menyebabkan komplikasi lebih lanjut itu paling banyak adalah Hepatitis C yang sampai sekarang belum ada vaksinnya. Untuk diketahui, Hepatitis C disebabkan oleh sejenis virus DNA. (*/gan/tim)

Komentar ANDA?