NTT Urutan Ketujuh Kasus Kekerasan

0
223

KUPANG. NTTsatu.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada pada urutan ke tujuh kasus kekerasan. Data dari Komnas Perempuan, selama Tahun 2000 – 2014 rata-rata setiap hari ada 35 perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan.

Kondisi seperti ini mengundang perhatian Lembaga Rumah Perempuan Kupang  menggandeng Sindikat Musik Penghuni Bumi (Simponi Band) melakukan aksi di SMA Negeri I Taibenu Kabupaten Kupang. Aksi ini diselenggarakan untuk menggugah nurani kaum muda khususnya pelajar untuk stop kekerasan melalui alunan-alunan musik dan lagu.

M Berkah Gamulya selaku palyer maneger kepada wartawan,Senin (21/9/2015) di Dapur Nekemese-Kupang  menjelaskan, sesuai data PBB, tahun  2013  terdapat 1 dari 4 laki-laki di Asia mengaku pernah memperkosa pacar/saudara perempuan/orang lain/orang asing. Sementara data WHO 2013 menunjukan 1 dari 3 perempuan di dunia menjadi korban kekerasan fisik dan  seksual di masa hidupnya.

“ Makin meningkatkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia ,kami dari  Simponi melakukan tour keliling untuk NTT yakni dimulai dari Maumera, Kupang ,TTS dan TTU dan selanjutkan ke Ambon untuk mengkampanyeka stop kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui lrik lagu dan music dari grup Simponi,” katanya.

Saat itu Gamulya didampingi Rendy Ahmad (vokal,dan gitar ),T .Zulqaini khaiqal (drum), Rama Prayudi Arum (bass) Sakti Sanjaya (vokal ,gitar) , Bayu Agni (lead guitar) dan Julianto (soundman , perlengkapan), Rusdiaanto (perlengkapan .sereta para pengurus dari Lembaga Rumah Perempuan, Theresia Siti, Noldy Taduhungu, dan Magda Suciati.dan Noldy Sakau.

Rama Prayudi Arum mengatakan, kehadiran  Simponi band lebih banyak mencoba untuk bisa menyadarkan kaum muda melalui musik agar bisa memikirkan bagiamana seorang laki-laki bisa menghentikan kekerasan dan perempuan bisa mengetahui dan memenuhi hak-hak mereka.

”Lagu yang kami bawah ini lagu yang pernah meraih Juara 1 Kompetisi Internasional Sounds of Freedom 2014  di Inggris, Juara 2 Kompetisi Internasional Musik Anti-Korupsi  di Belgia/Brazil, tahun 2012, Wakil Indonesia di Asia Pacific Environmental Youth Forum di Korea Selatan  tahun 2011 dan  2012, Rekor MURI Diskusi Musikal Global Warming Rock N’ Green Tour 2010-2011 dan beberapa lagu  saat tour diskusi musikal dengan 26.544 pelajar/mahasiswa dari 209 sekolah/kampus, kota di Sumatera, Jawa dan Bali  tahun 2010-2015,” jelasnya.

Sementara itu , Kepala sekolah SMAN I  Taibenu Adrianus Tahun mengatakan, dirinya sangat merasa bahagia dengan kehadiran Smponi band disekolah yang dilpimpinnya. Kegiatan ini membuat para pelajar bisa mengetahui dan mau merubah prilaku mereka untuk Stop kekerasan , baik dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat .

“Para pelajar ini adalah generasi muda dan penerus bangsa, maka itu melalui lagu dan iringan musik dari Simponi di SMAN I Taibenu dapat membuat mereka menyadari hal-hal yang bisa mengorbankan masa depannya,” kata Adrianus, (rif/bp)

=====

Foto: Foto : Simponi Band pose bersama di dapur Nekemese

Komentar ANDA?