Obor Sumpah Pemuda Keluar Dari Rumah Besar Kalikur, Diarak Keliling Uyelewun

0
629

NTTsatu.com – LEMBATA – Penutupan Expo Uyelewun Raya di Kedang, Lembata, Minggu, 28 Oktober 2018 diwarnai dengan pawai obor Sumpah Pemuda. Obor itu diarak keliling Uyelewun.

Seperti dirilis Weeklyline.net, dalam sejarah orang kedang, Kalikur merupakan pusat pemerintahan 44 kampung zaman dahulu. Selain itu Kalikur juga sebagai adik dari dua bersaudara yakni Suri Wula, yang melahirkan masyarakat Kedang saat ini. Sementara Benihading merupakan tempat tinggal sang kakak.

Olehnya, saat peserta karnaval melewati desa-desa di sepanjang ruas jalan di bawah kaki Gunung Uyelewun, masyarakat setempat menyambutnya dengan riang gembira. Mereka menari. Menari Hamang liling  di sepanjang jalan, seperti memeluk gunung uyelweun. Menyambut para peserta karnaval tersebut.

Keramaian suasana pembukaan itu sesungguhnya sudah terasa sejak di Desa Kalikur. Di desa yang dulunya sebagai pusat pemerintahan di Kedang itu, masyarakat mengawalinya dengan tarian liling, tarian dimana masyarakat sambil menyanyi dan diiringi bunyi gong dan gendang.

Yang menari liling pada Jumat (25/10/2018) petang itu, adalah orang-orang tua, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka menyatu dalam satu rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan sebagai satu turunan, rasa gembira atas pentas seni budaya yang digelar pertama kalinya di wilayah Kedang dan aneka rasa hati lainnya.

Orang Kedang di Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, Kabupaten Lembata, menari di sepanjang jalan melingkari kaki Gunung Uyelewun, saat pembukaan Expo Uyelewun Raya, Jumat (25/10/2018) petang dan ditutup dengan pawai obor, 28 Oktober 2018.

Expo itu merupakan kegiatan akbar perdana di daerah itu. Pembukaannya ditandai dengan karnaval budaya yang diikuti utusan dari 44 kampung (desa) di seluruh Kedang. Titik starnya dari Desa Kalikur dan berakhir di Desa Benihading.

Sebaga perayaaan expo Uyelwun Pertama kali, kegiatan ini juga bertepatan dengan perayaan 90 tahun sumpah pemuda.

Yohanes De Rosari, Wakil Ketua DPRD Lembata dari Dapil Kedang menjelaskan Dalam Komitmen kebngsaan yang perlu dijaga dan momentum hari sumpah pemuda mengingtkan para pemuda untuk memuliki komitmen membangun bangsa.

“Kita tdak boleh terjebak pada hal diluar statmen kut sbgai negara kesatuan dn persatian. Indonesia adalah kita semua. Semangat persatuan 90 tahun lalu hendaknya memprotek kita sebagai pemuda untuk menolak transformasi diluar Pancasila. Revolusi mental yang ditanamkan presiden Jokowi hrus dijdikan pemicu untuk mewujudkan pemuda yang maju demi bangsa yang hebat,” ungkap De Rosari.

Sementara itu Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur dalam sambutannya menjelaskan pelaksanasn HUT Sumpah Pemuda bersamaan dengan ekspo Uyelewun raya sebagai sesama saudara disetiap sisinya. Itulah Indonesia. Jangan ada paham paham radikalisme.

“Sejarah telah mencatat bagaimana keterlibatan pemuda membangun bangsa. Gaungkan terus semangat ini. Kita adalah Satu Indonrsia. Pemuda mesti melahirkan ide kreatif,” tegas Sunur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Gubernur NTT, Julia Laiskodat, Wakil Ketua DPRD Lembata,  Yohanes Derosary.

Dalam perayaan tersebut diarak pula Obor sumph pemuda. Obor tersebut diarak keliling Kedang oleh putra putri Kedang diiringi gong gendang diarak dari Kalikur keliling Uyelewun kembali ke Kalikur. Obor Sumpa Pemuda keluar dari rumah besar Kalikur. (*/bp)

========

Foto: Obor Sumpah Pemuda yang diarak kekiling Uyewun di Kedang Lembata

Komentar ANDA?