Orang yang Setia Dalam Perkara Kecil akan Setia Juga Dalam Perkara Besar

0
158

Oleh : Rm Ambros Ladjar, Pr 

Hari Minggu Biasa XXV, 18 September 2022. Bacaan. Amos 8: 4-7 dan 1 Tim 2: 1-8 dan Injil Lk 16: 1-13.

Namanya bendahara, kasir, ekonom atau juru bayar adalah orang kepercayaan lembaga atau instansi sesuai masa waktu tertentu. Sebab pekerjaan ini sangat rawan terhadap penyelewengan jabatan, wewenang serta kecurangan oknum. Atas dasar itu banyak orang bisa saja lama bertahan karena berpegang pada prinsip pengelolaan yang benar tapi banyak juga yang tak lama bertahan karena mengikuti kehendaknya.

Gereja katolik secara iuridis sejak awal memiliki hak asli untuk mendapatkan harta benda, mengelolah dan mengalihmilikan demi kepentingan dirinya. Itu artinya gereja tak bergantung pada kuasa sipil. Ada beberapa tujuan khusus yang juga disebutkan dalam Kitab Kanonik 1254 atikel 1 & 2 yakni: Mengatur ibadat ilahi, memberi nafkah yang layak kepada klerus serta pelayan-pelayan lain. Selain itu melaksanakan karya-karya kerasulan suci serta karya amal kasih, terutama peduli kepada mereka yang berkekurangan.

Atas pemahaman ini maka Tuhan tampil membela kaum miskin dan hina dina dalam pribadi nabi Amos. Sebab mereka sangat menderita dalam situasi penindasan. Para penguasa itu berlaku curang karena membeli orang lemah dengan uang dan orang miskin dengan sepasang kasut. Mereka ini orang cerdik pandai yang menggunakan kuasa agar diterima oleh dunia bahkan mendapat keuntungan. Tapi apakah memang Tuhan menghendaki demikian? Sejatinya sejak awal, Yesus mau agar kita semua sungguh menjadi orang yang bertanggungjawab

Yesus ingatkan kita dalam perumpamaan tentang bendahara yang tak jujur agar bijak bertindak. Dapat dimengerti jika bendahara yang cerdik dan kreatif gunakan kuasanya untuk membuat surat hutang atas nama pemiliknya. Sebab ia sadar bahwa ketika akan dipecat maka ia bisa diterima untuk kerja. Orang yang berhutang 100 tempayan minyak dibuat nota tagihan baru 50 tempayan. Orang yang berhutang 100 pikul gandum dibuat surat hutang baru 80 pikul gandum.

Meskipun demikian Yesus sindir tindakan bendahara cerdik yang tak jujur itu. Dia buat orang berterima kasih karena telah memotong hutang mereka. Sebab ia sudah matang berhitung secara matematis bilamana kelak ia di PHK. Dia berjasa membantu kurangi hutang maka mereka akan terima dia. Sebab orang yang dipercaya dalam hal kecil akan juga dipercaya dalam hal besar. Sebaliknya orang yang tidak jujur dalam hal-hal kecil biasanya sulit juga jujur atas hal-hal besar.

Kita renungkan tema BKSN 2022: *Allah sumber harapan hidup baru* adalah gagasan dasar nabi Amos dalam kitabnya. Dia soroti situasi di Israel khususnya terkait dengan kemunafikan dan penyembahan berhala. Pada kenyataan banyak orang mendadak jadi kaya karena memeras dan menindas. Mereka adalah kelompok marginal tapi bergaya elit, padahal mereka lakukan tipu daya dan pembohongan atas orang kecil. Selain itu kebejatan terus dibiarkan meraja lela. Lagi pula karena sistem peradilan yang buruk maka terjadi ketidakadilan dan penindasan terhadap orang miskin.

Kita mungkin saja bekerja pada dua majikan saat ini. Berbeda dengan hamba di zaman Yesus dulu. Karena dia milik eksklusif tuannya maka tak bebas. Olehnya tak mungkin dia mengabdi kepada dua tuan, kepada Allah dan kepada mamon, harta. Yesus tuntut kita agar berlaku jujur, tidak cukup jika hanya pintar akuntansi dan manajemen. Karena hanya kepada Tuhan kita mengabdi. Uang dan harta cumalah sarana dan bukan tujuan akhir hidup. Marilah kita gunakan harta milik kita untuk berbuat baik, menolong sesama bukan sebagai jaminan untuk hidup abadi.

Salam seroja, sehat rohani jasmani di Hari Minggu buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGILAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹✝️🌹🎁🛍️🍇🍇🌽🎉🔥🔥🤝🤝🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?