Ormas Katolik Serukan Pilkada Tanpa Politik Uang dan Intimidasi

0
215
Foto: Ormas Katolik saat menggelar konfrensi pers di Gedung KWI, Cikini, Jakarta, Minggu (12/2). (ist)

NTTsatu.com – Jakarta – Sejumlah organisasi Katolik menyerukan pelaksanaan pilkada serentak 2017 di 101 daerah tanpa politik uang dan intimidasi. Ormas Katolik berharap pelaksanaan pilkada berlangsung berintegritas dan penuh kegembiraan.

“Dalam setiap pilkada sejatinya warga negara memiliki kehendak bebas dalam mewujudkan pilihan politiknya sesuai dengan hati nuraninya sehingga politik uang maupun intimidasi yang justru menghancurkan peradaban bangsa harus-lah ditolak,” ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Joanes Joko dalam konferensi pers di Gedung KWI, Cikini, Jakarta, Minggu (12/2).

Selain ISKA, hadir juga ormas katolik lain, seperti Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Paguyupan Vox Point Indonesia.

Joanes mengatakan besar kemungkinan politik uang bakal marak terjadi di masa tenang untuk mempengaruhi pilihan pemilih. Politik uang, kata dia membuat demokrasi menjadi rusak karena masyarakat tidak lagi memilih berdasarkan rasionalitasnya.

“Sedangkan intimidasi membuat pilkada yang merupakan pesta demokrasi tidak lagi menjadi sebuah kegembiraan bagi masyarakat. Masyarat menjadi takut dan bisa mengurung niatnya untuk memilihnya. Hal ini bisa membuat partisipasi pemilu juga berkurang,” terang dia.

Sementara Salah satu Ketua PP Pemuda Katolik Frederikus Lusti Tulis mengungkapkan bahwa Pilkada pada dasarnya merupakan momentum membangun peradaban bangsa berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Karena itu, kita mendorong Ormas Katolik di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi lebih aktif dalam seluruh tahapan pilkada serentak 2017 se-Indonesia. Datangi TPS dan gunakan hak pilih dengan penuh kegembiraan sesuai hati nurani, jangan takut dan apatis,” imbuh Frederikus.

Ormas Katolik, kata dia, juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mengawasi dan mengawal seluruh proses pilkada mulai dari tahap pencoblosan hingga rekapitulasi. Jika melihat, mengalami kecurangan ataupun intimidasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2017, maka segera laporkan kepada pihak berwewenang dan panitia pengawas setempat.

“Marilah memastikan bahwa calon yang dipilih mampu menciptakan keadaban publik yang adil, bermartabat dengan komitmen kuat menjaga NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” tandas dia.

Lebih lanjut, Frederikus meminta agar penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu bersikap netral, independen dan profesional dalam melaksanakan pilkada. Hal ini, kata dia bisa menjamin pelaksanaan pilkada yang berintegritas.
“Kita juga mendukung langkah tegas aparat keamanan dan penegakan hukum untuk menjamin keamanan pelaksanaan pilkada. Masyarakat juga harus aktif berpartisipasi dan membantu penyelenggara pemilu dan pihak keamanan untuk menyukseskan pilkada serentak 2017,” pungkas dia. (*/bp)

Komentar ANDA?