Output Lulusan Pendidikan Vokasi Harus Mandiri dan Sukses

0
290

NTTsatu.com — KUPANG —  Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, pendirian Lembaga Pendidikan Vokasi di NTT seperti Politeknik jangan hanya terkesan seremonial, penambahan jumlah lembaga akan tetapi outputnya tidak terlihat di masyarakat.

“Transformasi Kelembagaan SMK-PP Negeri Kupang menjadi Politeknik Pembangunan Peternakan (Polbangtan) NTT merupakan sebuah langkah maju dalam mendukung pengembangan ternak di NTT. Akan tetapi mesti pastikan output SDM yang lulus dan tamat dari lembaga ini harus mampu mandiri dan mengaplikasikan ilmunya sebagai peternak yang berhasil,” demikian Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat audiens bersama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementrian Pertanian RI, Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP bersama jajarannya.

Lebih Lanjut, Gubernur VBL mengarahkan supaya tranformasi kelembagaan memperhatikan potensi yang ada di NTT. Desain Program Studi dan output SDMnya dapat menjawab dan berkorelasi dengan kondisi dan permasalahan di NTT saat ini.

“Saya berharap tranformasi SMK-PP menjadi Polbangtan Kupang dengan tampilan yang berbeda dari sisi desain Program Studi dan Output SDMnya yang bukan sekedar memiliki ilmu tetapi berkarakter kuat dan memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap persoalan yang dihadapi,” tegas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur yang sering berada di lapangan ini menginginkan Polbangtan Kupang hadir di NTT harus dengan konsep yang benar.

“Saya sering turun ke lapangan, masalah bidang peternakan di NTT bukan saja berkaitan dengan populasi ternak, melainkan pakan ternak. Untuk itu Polbangtan Kupang hadir di NTT mesti dengan konsep yang benar dan sesuai dengan karakteristik NTT.” tegas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL mengarahkan agar seluruh berkas perizinan disiapkan dan dilengkapi dengan baik untuk selanjutnya dibicarakan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta pada tanggal 30 November 2020.

“Kebetulan saya akan bertemu dengan pak Menteri tanggal 30 November 2020, ibu Idha bersama tim agar menyiapkan berkas perizinanya agar menjadi salah satu agenda pembahasan. Dan selanjutnya Transformasi dan pembangunan Poltanbang segera terealisasi di NTT pada tahun 2021,” ujar Gubernur.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian mengatakan bahwa tranformasi SMK-PP menjadi Polbangtan Kupang telah siap dari sisi lahan beserta Tenaga Pengajar dan fasilitas infrastruktur pendukungnya tetapi masih terkendala pada Izin pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Kami siap melakukan Tranformasi dimaksud, baik dari sisi lahan yang siap seluas 100 ha. Tenaga Pengajar dengan mengoptimalkan tenaga yang ada dan ditambah lagi perekrutan untuk spesifikasi bidang peternakan serta Infrastruktur penunjang. tetapi kami masih terkendala pada Izin di Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI. Terima kasih karena Pak Gubernur mau fasilitasi izin ini,” ujar Idha. (hms ntt/gan)

Komentar ANDA?