Misteri Penebusan Muncul dari Palang Penghinaan

0
200

KUPANG. NTTsatu – Misteri penebusan yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap Umat Manusia bukan datang dari gemerlapnya kemegahan sebuah kerajaan, istana atau bangunan megah, tetapi justru dari sebuah palang penghinaan.

“Palang penghinaan atau salib itu disiapkan untuk menghukum para penjahat di tanah Yudea kala itu. Tetapi Yesus yang tidak bersalah mau menerima untuk disalibkan di palang penghinaan layaknya seorang penjahat. Tetapi itulah misteri penyelematan umat Manusia yang ingin dilakukan Yesus Kristus Tuhan kita,” kata Romo Hironimus NitsaE dalam kotbahnya pada Ibadat Cium Salib Jumat Agung, 03 April 2015 petang di gereja Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Kupang.

Romo yang baru ditahbiskan iman di Ba’a Rote, 29 November 2014 lalu itu mengatakan, Jumat Agung adalah peristiwa penyerahan diri yang mendatangkan penebusan bagi seluruh umat manusia.

Yesus Kristus Sang Raja Agung ingin memberikan contoh bagaimana dia harus menderita di kayu salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia, Dia rela mati dengan cara sangat keji dan layaknya seorang penjahat di masa itu.

“Pengorban benasar yang dilakukan Yesus ini mengajak kita sebagai umat Kristiani untuk rela berkorban bagi orang lain. Itu merupakan contoh bagi kita sebagai umat, agar kita juga mau berkorban bagi orang lain. Sekecil apapun pengorbanan yang kita berikan kepada orang lain akan mendapatkan pahala dariNya,” kata Romu Hironimus.
.
Salin kata Romo Hironimus, menjadi sebuah tanda kekuatan, kemenangan. Disini umat manusia dapat memahami Kasih Allah yang terlampau besar. Karena kasihNya Ia mengutus putera tunggalNya menjadi manusia, rela menderita sengsara dan wafat di salib untuk menebus dosa – dosa kita.

“Peristiwa Jumat Agung adalah bukti kasih Allah yang tiada batasnya. Sesungguhnya, dosalah kita yang membuat Yesus Kristus harus menderita dan wafat di Salib. Ia meninggalkan kemuliaan surga demi kita,” katanya.

Peringatan Jumat Agung di semua Gereja Katolik di seluruh Dunia ditandai dengan upacara kucup atau cium salib. (iki)

Komentar ANDA?