Pangan Lokal Bisa Jadi Ikon Wisata Kuliner NTT

0
201

KUPANG, NTTsau.com – Potensi pangan lokal di NTT hendaknya dapat dimanfaatkan secara kreatif, variatif dan berkesinambungan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadikannya sebagai suguhan yang menarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke NTT Pangan Lokal jika dikembangkan dengan baik, bisa menjadi ikon wisata Kuliner NTT.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya yang dibacakan oleh sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Welly R. Rohimone, di Arena Water Park Jl. W.J. Lalamentik- Kota Kupang, Rabu, 10 Juni 2015 mengatakan, kebijakan pembangunan nasional yang menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan perekonomian nasioanal membuktikan bahwa pariwisata memberikan sumbangan yang besar bagi pembangunan bangsa. Pariwisata menjadi lokomotif bagi pembangunan ekonomi.

Lebih jauh dalam sambutan itu dikatakan bahwa eksistensi pangan lokal sebagai kuliner turut mendukung pariwisata di NTT dan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan masyarakat dan daerah. Langkah ini sebagai upaya mengajak masyarakat NTT mengandalkan pangan lokal menjadi ikon wisata kulkiner di NTT.

Sementara itu, Ketua Panitia Adelina. M. Erni, mengatakan bahwa melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) Kuliner Lokal diharapkan akan membentuk pemahaman multiefek dari usaha pariwisata khususnya dampak bagi peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha wisata dibidang pelayanan jasa makanan dan minuman.

Selain itu juga kegiatan TOT ini melatih pelaku usaha pariwisata mengandalkan pangan lokal sebagai ciri khas daerah yang menarik minat para wisatawann pada saat berkunjung ke Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan TOT Kuliner Lokal ini dihadiri oleh 2 (dua) narasumber dari akademisi Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung yakni chef Christian Rumayar, dan chef Budi Wibowo. Selain itu hadir dua praktisi dari hotel Jayakarta dan Santika Bandung yakni chef H. WawanRiswan dan chef Guanter Hatouguan .

TOT Kuliner lokal diikuti oleh 55 peserta kabupaten/kota yang terdiri dari pelaku usaha jasa makanan dan minuman, pemerhati kuliner lokal, dan kelompok usaha masyarakat yakni Kabupaten Sumba Barat,Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Alor dan Kota Kupang serta pejabat Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif provinsi NTT. (ayu)

Komentar ANDA?