Pangdam IX/Udayana Serahkan Senjata Api Kepada Gubernur NTT

0
204
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Gubernur Bali, Mangku Pastika saat menerima senjata api jenis Pistol di Makodam Bali

NTTsatu.com – KUPANG – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin S., S.I.P., M.Sc, Kamis, 10 Agustus 2017 menyerahankan Senjata Api dari Panglima TNI kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika serta Gubernur NTB,  Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Penyerahan senjata itu dilakukan di Ruang Sthana Yudha Makodam IX/Udayana.

Pangdam menyampaikan bahwa penyerahan senjata api berupa pistol ini merupakan perintah Panglima TNI, yang penyerahannya dilakukan oleh para Pangdam kepada para Gubernur se-Indonesia. Penyerahan senjata api jenis pistol ini merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan dari Panglima TNI kepada para Gubernur setelah mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan, latihan dan pembaretan saat Latihan PPRC TNI Tahun 2017 di Natuna.

Tujuan diserahkannya senjata api berupa pistol ini adalah untuk menjaga keamanan dan melindungi diri para Gubernur selaku pemimpin atau panglima tertinggi di daerah dari segala bentuk gangguan yang mengancam jiwa dan raga para Gubernur saat bertugas. Izin kepemilikan senjata api untuk tujuan menjaga keamanan dan melindungi diri ini hanya diberikan kepada pejabat tertentu, sesuai dengan Perppu Nomor 20 tahun 1960 tentang kewenangan perizinan yang diberikan menurut perundang-undangan mengenai senjata api, mereka yang berhak memiliki senjata api harus dipilih secara efektif dan selektif.

Ada empat golongan dimana seseorang berhak memperoleh izin kepemilikan senpi api yaitu jajaran TNI/Polri, anggota Perbakin, masyarakat yang lulus tes kepemilikan senjata api di Polda dan disetujui Mabes Polri serta pejabat pemerintah, swasta dan perbankan yang salah satunya adalah Gubernur.

Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Panglima TNI mengundang seluruh Gubernur untuk menyaksikan latihan PPRC TNI di Natuna, Gubernur NTT sangat menyakini dengan kemampuan TNI, perbatasan RI-RDTL dijamin aman.

“Tadi saya bersama Gubernur Bali dan Gubernur NTB menerima senjata sebagai penghargaan dari Panglima TNI yg diserahkan oleh pangdam IX/Udayana. Penyerahan senjata ini kepada seluruh gubernur yg telah dilaksanakan pada tanggal (19/5) yang lalu di Natuna, Saat itu saya tidak bisa hadir karena tugas yang mendesak dan hari ini baru diserahkan oleh pangdam di Bali,” tegasnya.

Frans menyakini bahwa penghargaan ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami para gubernur karena kami juga memegang senjata dan bela negara juga merupakan tanggunga jawab kita bersama bukan hanya tanggung jawab TNI.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya karena senjata ini diproduksi dalam negeri. Juga menandakan bahwa upaya bela negara harus menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat dan bukan hanya oleh TNI. Juga membuat kita semakin yakin atas kesiapan kita terkait persenjataan dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap bangsa Indonesia di era global,” kata Frans.

Hadir dalam acara penyerahan ini antara lain Gubernur Bali, NTB dan NTT, Ketua DPRD, Kajati dan Kepala Pengadilan Tinggi Provinsi Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/ Udayana, Danrem 161/Wira Sakti, Irdam, Danrem 162/Wira Bhakti, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam, Asrendam, para Asisten Kasdam, Perwira Staf Ahli,  LO AL, LO AU serta para Dan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana. (Bela)

 

Komentar ANDA?