Panitia MTQ Tingkat Provinsi Dinilai Tidak Adil.

0
220
ilustrasi

ENDE. NTTsatu.com – Mushabaqah Tilawatil Qur’an   Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT)  yang akan diselenggarakan di Lapangan Pancasila Kabupaten Ende pada senin 23/5 ternyata masih menyisahkan sejumlah persoalan di tingkat kabupaten bahkan Panitia Seleksi di Tingkat Kabupaten Ende dinilai Tebang pilih,tidak adil syarat kepentingan dan telah melangar aturan yang ditelah di tetapkan sebagai syarat untuk mengikuti Lomba MTQ ke Tingkat Provinsi.

Demikian Protes itu datang dari Alin Siqaq yang merupakan orang tua dari salah satu Peserta pemenang MTQ Tingkat Kabupaten Ende ketika menemui wartawan Minggu, 22 Mei 2018 petang.

Diceritakan Alin,  anaknya atas nama Firda Yanti Alin (10) telah mengikuti MTQ dari Cabang Hafal Alqur’an atau (Hafizh)1 Jus mulai dari Tingkat Kelurahan/Desa,hingga ke Kecamatan dan mendapatkan juara 1 kemudian pada  Lomba MTQ Tingkat Kabupaten Ende  mendapatkan Juara 2. Berdasarkan hasil itulah panitia seleksi atas nama Muhamad Nur Abdurahman S.Ag memutuskan bahwa anak saya yang bernama Firda Yanti Alin lolos untuk mengikuti Lomba Tingkat Provinsi. Dia diangap layak meskipun meraih juara ke 2,sebab juara 1 dan 3  pada Lomba MEQ Tingkat Kabupaten Ende diangap tak memenuhi syarat untuk mengikuti Lomba Hafal Alqur’an karena telah berumur 15 tahun.

Alasan usia itulah kemudian sempat diprotes oleh sejumlah peserta Lomba di Tingkat Kabupaten dan akhirnya diputuskan bahwa juara 2 MTQ dari cabang hafal Alqur’an tingkat kabupaten Ende atas nama Firda Yanti Alin yang akan mewakili Kabupaten Ende untuk mengikuti  Lomba MTQ dari cabang Hafal Al qur’an (Hafis) pada Tingkat Provinsi NTT yang diselenggarakan di Ende.

Namun anehnya lanjut Alin Siqaq, menjelang Lomba MTQ Tingkat Provinsi NTT dan pada saat pembinaan Lanjutan dari LPTQ Kabupaten Ende dan Karantina Peserta justru anaknya yang seharusnya mewakili Kabupaten Ende tidak diikutsertakan.

“Kami sebagai orang tua aangat kecewa dan kami meminta keadilan. Mana mungkin setelah peserta juara  1 didiskualifikasi karena usia kemudian  bukannya menhutus juara 2 yang memenuhi syarat, tetapi justru juara 3 yang mewakili kabupaten Ende mengikuti Lomba MTQ ke tingkat Provinsi NTT,” sesal Alin Siqaq.

Lebih lanjut Alin Siqaq mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan  Panitia LPTQ Tingkat Provinsi NTT,  H Abdul Syukur Muhamad dan  mempertanyakan hal ini tetapi beliau hanya menjawab bahwa nanti setelah perlombaan MTQ Tingkat Provinsi Baru mereka memberikan penjelasan.

“Terus terang kami merasa tidak puas dengan apa yang telah dijelaskan oleh Ketua Panitia MTQ Tingkat Provinsi NTT itu,” pungkasnya. (din)

Komentar ANDA?