Pasca Eksekusi Bali Nine, F16 Manuver di Perbatasan Australia

0
224

KUPANG. NTTsatu – Tiga pesawat F16 milik TNI AU terlihat bermanufer mengitari langit Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga ke Pulau Rote yang berbatasan dengan Australia. Warga menduga manuvernya pesawat F16 itu terkait dengan eksekusi dua bali nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Warga Penfui sekitar Pangkalan Udara (Lanud) El Tari yang ditemui mengakui, mereka tidak tahu pasti mengapa ada pesawat TNI AU yang terbang dan mendarat di Lanud El Tari sejak kemarin. Mereka mengkui8, beberapa kali pesawat jenis ini selalu dating dinLLanud El Tari.

Namn Pietrus Boli wartga Penfui mengaku, kemungkinan hadirnya pesawat milik TI AU di Lanud El Tari Kupang berhubungan dengan kasus eksekusinya di terpidana mati asal Australia yang terlibat narkoba.

“Kami tidak tahu pasti, tapi perasaan saya seperti itu, Dua tepridana mati asal Australia itu kan sudah dieksekusi, karena itu bisa saja TNI melakukan antisipasi jangan sampai ada serangan dari Australia terkait masalah itu,” kata Perus.

Sementara warga Rote yang berbatasan langsung dengan Australia juga merasakan hal serupa. “Ada pesawat tempur yang bolak-balik di udara,” kata Toni, warga Pulau Rote yang dihubungi melalui, Rabu 29 April 2015.

Manuvernya pesawat tempur itu menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Apakah mereka sedang mengejar pesawat asing, atau melakukan pengamanan usai dieksekusinya dua Bali Nine.

“Mereka ada kejar pesawat asing, atau jaga perbatasan. Kita tidak tahu pasti, yang pasti pesawat-peswat itu beberapa kali maneuver di daerah kami,” kataya.

Namun, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) El Tari Kupang, Kolonel Penerbang Andi Wijaya membantah keberadaan tiga pesawat F16 itu di NTT terkait dengan dieksekusinya dua Bali Nine.

“Tidak ada hubungan dengan dua bali nine. Ini kegiatan yang selalu kita lakukan,” kata Andi.

Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang merupakan pangkalan udara di daerah perbatasan antar dua negara yakni Timor Leste dan Australia. Latihan ini, katanya, bertujuan untuk meningkatkan kualifakasi bagi penerbang. “Kami tidak monitor soal Bali Nine. Poatroli udara biasa yang kita lakukan secara rulin,” tegasnya. (bop)

Komentar ANDA?