Paskah: Perempuan dan Parfum

0
172

“Sebuah Permenungan Malam Paskah”

Paskah menurut orang Kristen dipercaya sebagai hari Kebangkitan Kristus. Yesus Kristus lahir, berkarya dan akhirnya melewati jalan penderitaan (via dolorosa) dan wafat di Salib di bukit Golgotha yang disebut juga bukit tengkorak.

Merenungkan kisah hidup Yesus hingga kematian-NYA ada beberapa hal yang kurang mendapatkan perhatian dan baru ditemukan dalam permenungan ini setelah diantar dalam kotbah Romo Okto Naif, Pr pada perayaan Malam Paskah, Sabtu (15/04) di gereja Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui- Kupang.

 

Perempuan

Sosok perempuan yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam perayaan Malam Paskah adalah Maria Magdalena. Wanita ini pernah dihadapkan pada Yesus oleh kaum Farisi karena kedapatan sedang bersina.

Figur Maria Magdalena pada jaman itu begitu cepat dikenal. Namun dia sadar dari kedosaannya, Dia akhirnya memohon ampun pada Yesus. Dia mendekati Yesus dan membasuh kaki-NYA dengan minyak wangi (parfum) yang sangat mahal harganya saat itu.

Setelah membasuh kaki Yesus sang guru kemudian mengeringkan dengan rambutnya sendir. Dia tidak membawa handuk atau sapu tangan atau kertas tisu untuk mengeringkan kaki Yesus, tetapi dia menggunakan rambutnya untuk mengeringkan kaki Yesus.

Tokoh yang sama juga mucul pada Malam Paskah. Dia yang menjadi orang pertama datang ke kubur Yesus dan menemukan kubur itu  kosong. Maria Magdalena datang pagi-pagi itu juga dengan membawa minyak wangi untuk meminyaki tubuh Yesus karena ketika dimakamkan, mereka tidak membawa minyak wangi.

Hasil permenungkanku menunjukkan peran tokoh Peremuan dalam kehidupan Yesus sangat besar. Perempuan yang membasuh kaki Yesus bahkan dengan minyak wangi. Perempuan juga menjadi orang pertama yang datang ke kubur Yesus dan menemukan kubur itu sudah kosong. Perempuan itu jugalah yang bergegas mengabarkan kubur kosong itu kepada para rasul Yesus yang semuanya laki-laki dan masih “lelap tertidur”.

 

Parfum (minyak wagi)

Minyak wangi ini juga muncul dalam beberapa kisah dan semuanya dilakukan oleh kaum perempuan. Kaum perempuan memberikan minyak wangi yang paling mahal harganya kepada Yesus sang Guru Ilahi.

Minyak wangi atau parfum yang dalam bahasa Ibrani berarti hati yang tak tergoyahkan. Parfum itu juga memberikan keharuman bukan saja kepada orang yang menggunakannya, tetapi keharuman itu juga dinikmati oleh orang-orang sekitarnya.

Kaum ibu paling tahu, parfum mana yang paling cocok untuk orang yang paling dicintainya. Karena itu Maria Magdalena membelikan parfum termahal bukan saja dipakaikan pada tubuh Yesus tetapi digunakan untuk membasih kaki Yesus.

Dari dua hal penting yang direnungkan ini yakni Peremuan dan Parfum sebenarnya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kaum perempuan bukanlah kaum kelas dua seperti yang terjadi pada masyarakat yang mengagungkan sistem Patriarkat.

Kisah malam Paskah ini sesungguhnya menunjukkan bahwa betapa besarnya peran kaum perempuan ketika kaum lelaki masih pulas tertidur. Kaum perempuan bangun pagi dan melakukan berbagai pekerjaan rumah ketika lelaki masih pulas tertidur.

Kaum perempuan telah memberikan keharuman untuk Tuhan dan ini menjadi sebuah contoh yang patut ditiru. Semoga Paskah kali ini menjadi sebuah perayaan bermakna untuk semua yang percaya pada peristiwa Kebangkitan Tuhan. (bp)

Komentar ANDA?