Pasutri Bertengkar, Istri Bunuh Bayi Usia 10 Bulan di Oesapa

0
157
Ilustrasi

KUPANG. NTTsatu.com – Gisela Abigail, warga kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 20 Mei 2016 malam nekad membunuh anak kandungnya yang baru berumur 10 bulan lantaran bertengkar dengan suaminya.

Aksi nekat ibu ini diduga karena himpitan masalah ekonomi, karena aksi nekadnya dilakukan usai bertengkar dengan suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Gisela membunuh anaknya dengan cara membekap mulut dan hidung anaknya hingga tewas.

Setelah suaminya pergi, pelaku menutup pintu dan jendela kamar kostnya lalu membekap mulut dan hidung korban selama 15 menit hingga buah hatinya tewas. Tanpa merasa bersalah pelaku melapor ke ibu kostnya bahwa telah membunuh anaknya.

Aparat kepolisian sektor Kelapa Lima yang mendatangi lokasi kejadian mendapati pelaku sedang menggendong anaknya yang telah kaku, sehingga langsung diamankan sejumlah Polwan untuk menghindari amukan massa yang memenuhi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah gelas berisi minyak tanah yang diminum korban usai membunuh anaknya.

Kapolsek Kelapa Lima Komisaris Samuel Simbolon mengatakan ibu itu telah mengakui perbuatannya yang membunuh anak kandungnya, dengan dibekap selama 15 menit menggunakan tanggannya. “Dia sudah mengaku, namun kami akan perdalam lagi kasus ini,” ujarnya.

Suami pelaku, Marthen Abigail mengaku istrinya sering mengancam akan membunuh anaknya. Bahkan, istrinya sering memukul dan mencubit anaknya hingga menangis. “Warga sekitar sudah tahu kelakukan istri saya yang sering memukul anak kami,” katanya.

Untuk memastikan penyebab kematian, jasad korban dievakuasi ke ruang pemulasaran jenazah Rumah Sakit Umum Johannis Kupang untuk diotopsi. Sementara pelaku harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang lantaran muntah-muntah, karena sempat meminum minyak tanah usai membunuh anaknya. (sumber: nttterkini.com)

Komentar ANDA?