Pater Nicolas Strawn, SVD: Teruslah Bersatu Agar Sukses 

0
609

NTTsatu.com — LEMBATA — “Yang saya rasakan dan tekankan sejak tahun 1964 saat berada di Lerek maupun kemudian di Boto dan hingga kini 15 tahun di RS Bukit adalah soal persatuan. Semoga kita semua terus Bersatu di bawah Kristus”, demikian ungkapan Pater Nicolas Strawns SVD di Lewoleba, 2/11/2020.

Di hadapan pimpinan Yayasan Koker Niko Beeker Pusat maupun Cabang Lembata, Pater Niko mengharapkan agar dalam memulai dan melanjutkan pembangunan Gedung, semua terus Bersatu. “Dengan persatuan, maka segala pekerjaan akan menjadi ringan,” demikian ungkap ‘Niko Konok’ di hadapan pengurus Yayasan Koker Niko Beeker pusat dan cabang Lembata.

Dengan tongkat yang selalu di tangan, Pater Niko juga mengharapkan agar semangat persatuan itu harus terus dihidupkan, demikian pastor yang berkarya 23 tahun di Paroki Lerek, 18 tahun di Paroki Boto dan kini sudah 15 tahun di RS Bukit Lewoleba.

Inspirasi Hidup

Mengawali acara pemberkatan, Paulus Doni Ruing mengungkapkan rasa terima kasih kepada dua orang misionaris yang menjadi inspirasi bagi Yayasan Koker Niko Beeker. Pater Conrard Beeker telah melandasi Paroki Lerek dengan mengirim orang untuk melanjutkan pendidikan sebagai guru. Awalnya menjadi guru agama dan kemudian menjadi guru sekolah.

Langkah sleanjutnya Beeker mengirimkan pemuda-pemuda untuk menjadi tukang baik tukang kayu maupun tukang batu. Kaum perempuan pun dikirim untuk mengikuti kursus memasak, menjahit. Hal itu sangat membekas.

Selanjutnya, Polce Ruing atau lebih akrab disapa ‘PDR’ berterimakasih kepada Pater Niko yang telah menjadi inspirasi hidup. Dengan makan dan minum bersama, orang terajak untuk membina persatuan mulai dari hal-hal paling kecil.

Yohanes Rukep Keraf mengungkapkan rasa terimakasih atas inspirasi hidup Pater Niko. Selama masih menjadi anak kecil yang sekolah di SD, demikian Kepala Bandara Frans Seda (2016 – 2018) telah menerima banyak hal. Selanjutnya pengalaman itu ingin diteruskan melalui Sekolah Keberbakatan Olahraga.

Selanjutnya kepala Bandara Tambolaka (2009-2016, dan kemudian 2019) bertangan dingin yang mengelola Bandara Tambolaka sehingga bisa didaratai Boeing 737 mengatakan semua yang bergabung dalam Yayasan Koker Niko Beeker berada di luar Lembata: Jakarta, Sumba, Sumatera. Tetapi semua berkomitmen meletakan dasar yang kuat bagi pendidiakn generasi muda.

Sipri Ata Wator mengungkapkan rasa terimakasih kepada Pater Niko. Sipri mengungkapkan rasa terimakasih. Ketika masih kecil di Bauraja, Pastor Niko telah berbagi kasih meski melalui permen tetapi itu sangat berarti. Kini setelah lama merantau, Yayasan Koker Niko Beeker hadir untuk berbagi. Itu tidak berarti yang bergabung dalam Yayasan Koker Niko Beeker adalah orang sukses. Sebaliknay semua Bersatu seperti moto Pater Niko. Dengan Bersatu, maka bisa melakukan sesuatu meski dari kekurangan.

Air, Pohon, dan Batu

Mengingat usia yang sudah uzur sudah mencapai 87 tahun, maka Yayasan Koker Niko Beeker membawa tiga simbol untuk diberkati: air berkat, tiga batu penjuru, dan pohon.

Terhadap tiga simbol itu, Robert Bala, Ketua Yayasan Koker Niko Beeker melalui rekaman suara memohon agar Pater Niko dapat memberkati simbol-simbol itu. Bagi Robert, batu-batu yang ada diambil dari batu apa saja. Tetapi hanya melalui perencanaan yang baik, batu itu dapat menjadi batu penjuru, demikian Robert yang memilih mengungkapkan perasaannya dalam Bahasa Inggris, Bahasa Ibu Pater Niko.

Selanjutnya penulis buku Pembelajaran Jarak Jauh (terbit di Grasindo, November 2020) mengungkapkan bahwa nama Yayasan Koker diambil dari penggalan nama Niko dan Beeker. Dua figure yang saingat inspiratif. Beeker mewariskan kewirausahaan sementara Niko semangat persatuan.

Karena kekuatan fisik yang menurun, Pater Niko tidak akan berada di lokasi saat peletakan Batu Pertama. Namun Robert menyampaikan kepada Pater Niko bahwa fotonya dan foto Pater Beeker akan dipajang di sekolah ini sehingga generasi muda (para siswa dan guru) akan terus mengingat nilai kehidupan yang diwariskan oleh kedua misionaris tersebut.

Acara yang disiarkan secara online melalui zoom cloud meeting berlangsung dari pkl 09.00 – 10.00 WIB dihadiri pengurus Koker yang berada di Jabodetabek, Maumere, dan Bandarlampung. Acara tersebut dilaksanakan sehari sebelum peletakan batu pertama yang rencananya dilangsungkan pada Selasa 3 November 2020.

Selanjutnya pada tanggal 3 November, acara peletakan batu pertama yang diikuti oleh internal Yayasan dan undangan terbatas akan menggunakan tiga simbol yang telah diberkati. Batu yang akan digunakan sebagai batu pertama sekaligus batu penjuru. Sementara itu pohon menandakan bahwa sekolah yang akan dibangun harus terus disirami dengan 5 nilai dasar yang disebut 5 K (Kejujuran, Komitmen, Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaborasi). Sementara air menandakan aliran komunikasi dan Kerjasama yang harus terus menjadi kekuatan yang menyegarkan.  (*/bp) 

Komentar ANDA?