Pattyona: Proses Penangkapan MDT Melanggar Hukum

0
294
Foto: Petrus Bala Pattyona

KUPANG. NTTsatu.com – Pengacara dan dosen Hukum Acara Pidana, Petrus Bala Pattyona menegaskan, proses penangkapan Marthen Dira Tome (MDT)  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan tindakan melanggar hukum acara pidana.

“Seseorang dapat dilakuan penangkapan langsung atau tertangkap tangan apabila sedang melakukan tindak pidana. Seseorang juga dapat ditangkap manakala statusnya sebagai tersangka yang sedang menjalani pemeriksaan, atau sesaat setelah menjalani pemeriksaan. Untuk penangkapan MDT atas dugaan tindak pidana korupsi jelas tidak sesuai dengan definisi penangkapan,” tegas Petrus Bala Pattyona melalui pesan singkatnya ke redaksi NTTsatu.com, Selasa (15/11/2016) pagi.

Petrus menjelaskan, bisa saja MDT ditangkap dan diikuti penahanan apabila dia sedang dalam pemeriksaan, usai menjalani pemeriksaan. Namun dalam kasus ini, MDT belum pernah diperiksa, saksi-saksi juga baru diperiksa di Kupang itupun sedikit dan kategorinya satu alat bukti saksi. Sementara itu, MDT baru sepihak ditetapkan sebagai tersangka yang masih perlu didengar keterangannya.

“Karena MDT belum pernah diperiksa sebagai tersangka dan penangkapan saat tidak sedang melakukan tindak pidana, jelas bahwa KPK melanggar KUHAP dan prosedur penangkapan yang tentu dapat digugat di praperadilan,” tegasnya.

Sebagai dosen hukum acara pidana Petus lebih jauh mengatakan, banyak penegak hukum yang arogan, bahkan tidak paham hukum acara, sehingga ada yang berpendapat:  tangkap, proses dulu baru cari saksi, bukti dan pasal yang bisa menjerat yang bersangkutan.

“Hal ini bukan saja terjadi pada KPK tetapi lebih di NTT, yang sebagiannya tidak paham prosedur dan bergitu dipersoalkan maka mulai menggunakan kekuasaan untuk menakut-nakuti pihak yang bersangkutan,” kata Petrus.

Diakhir pesannya, Petrus mengatakan, MDT bisa mengajukan praperadilan lagi dengan KPK karena perlakuan KPK itu sungguh sangat membuatnya tidak nyaman apalagi sebagai seorang pejabat negara.

Sebagamana diberitakan, Bupati Sau Raijua, Marthen Dira Tome (MDT) ditangkap KPK di kawasan Tamansari, Jakarta Barat,  Senin (14/11) malam.

Marthen ditangkap karena diduga menghalang-halangi saksi dalam kasus korupsi yang menjeratnya. Marthen langsung dibawa ke markas KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*/bp)

Komentar ANDA?