Paulus Wetang Tsk Penjualan Aset Negara Berupaya Suap Jaksa

0
130

KUPANG. NTTsatu.com – Kasus penjualan asset negara yang sedang ditangani aparat penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT semakin memanas. Klaim saling sogok pun mulai nampak.

Kepala Seksi penerangan dan hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Ridwan Angsar mengatakan tersangka korupsi penjualan aset negara PT Sagaret, Paulus Watang diduga berupaya menyuap Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

“Paulus Watang mau menyogok Jaksa agar kasus ini dihentikan,” kata Ridwan kepada wartawan, Jumat, 19 Februari 2016.

Menurut dia, setiap kali Paulus datang ke Kejati NTT untuk menjalani pemeriksaan, dirinya selalu menawarkan sogokan kepada penyidik, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Jhon Purba agar kasus penjualan aset negara dihentikan.

“Setiap kali datang dan diperiksa Sebagai tersangka, dia selalu pengen sogok,” katanya.

Perseteruan antara Kejati NTT dan tersangka kasus korupsi, penjualan aset negara, Paulus Watang terus memanas, setelah Paulus melalui kuasa hukumnya, Fransisco Bessie mengaku ada oknum petinggi di Kejati NTT yang terlibat dalam kasus penjualan aset PT Sagaret.

Namun dugaan itu dibantah Ridwan, karena permintaan dilakukan pertemuan justru datang dari Paulus Watang. Padahal penjualan aset sudah dilakukan Paulus Watang, bersama Jaksa Djami Rotu Lede yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka rencananya bongkar gedung itu, sehingga hanya tersisa tanah yang akan dilelang agar harganya lebih murah,” katanya.

Paulus Watang yang ditemui terpisah membantah dirinya berupaya menyuap penyidik dan Kajati NTT Jhon Purba. “Tidak ada uang suap. Kapasitas saya apa untuk menyuap Kajati,” bantahnya. (dem/bp)

====

Foto: Kasi Penerangan dan hukum Kejaksaan Kejati NTT, Ridwan Angsar

Komentar ANDA?