Pawai Kemenangan Diwarnai Atraksi Kisah Hidup Yesus

0
220

KUPANG. NTTsatu.com – Pawai Kemenangan Paskah yang digelar Setiap Hari Senin setelah Hari Raya Paskah di kota Kupang berjalan aman dan semarak. Pawai ini diwarnai dengan atraksi kisah hidup Yesus mulai dari kelahirannya hingga Hari Raya Pentekosta.

Kisah hidup Yesus itu ditampilkan berbagai Gereja Kristen Protestan di Kupang dalam wadah Gereja Masehi Injili Timor (GMIT). Setiap Gereja sudah ditentukan untuk menampilkan kisah hidup Yesus tersebut.

Seperti disaksikan NTTsatu.com dalam pawai akbar dengan titik star di depan Gereja Anugerah, Jl. El Tari Kupang dan berakhir di Gereja Talitakum Pasir Panjang, setiap gereja menghiasi kendaraannya masing-masing dengan pernik-pernik yang indah mnawan.

Di atas kendaraan hias itu diperagakan kisah-kisah hidup Yesus Kristus. Sementara ada “pasukan” yang berjalan kaki juga mempragakan kisah-kisah hidup Yesus tersebut.

Kisah sengsara Yesus yang diperagakan Jemaat dalam Pawai Paskah itu menarik perhatian ribuan penonton yang memadati jalur pawai kemenangan itu. Seorang pemuda memanggul Salib sementara para serdadu yang Nampak beringas menghajar Yesus hingga terjatu dan ditarik lagi untuk terus meikul salib-Nya.

Penonton berteriak histeris ketika kisah itu diperagakan persis di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) NTT. Beberapa ibu sempat berteriak dan meminta jangan perlakukan kasar pemuda yang sedang memanggul salib tersebut.

“Cukup sudah nyong e….. terlau sakit. Tolong jangan pukul lagi,” teriak seorang ibu di barik penontan yang menyaksikan pertunjukkan tersebut.

Perhatian penonton semakin tergugah ketika sebuah kendaraan besar berhenti di depan Polda dan memperagakan kisah Yesus Naik ke Surga. Kendaraan yang berhiaskan kain putih itu dengan peralatan lengkap kemudian mengangkat seorang pemuda yang berpakaian putih dan saat bersamaan dengan itu ada cahaya gemerlapan mengisahkan kisah Yesus naik ke Surga seperti yang tertulis dalam Alkitab. (bp)

=====

Foto: Seorang Pemuda yang memanggul salib dipukul para algoju

Komentar ANDA?