PDIP Pecat Tiga Kader Inti Karena Membelot

0
134

NTTsatu.com – Karena dianggap tidak sejalan dengan pergerakan dan membelot dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam kancah pemilihan Bupati dan Wali Kota se-Bali, tiga kader yang merupakan dedengkot di PDI Perjuangan Bali malah didepak dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

Tiga kader PDI Perjuangan Bali dipecat antara lain Made Arjaya. Dia salah satu kader PDI Perjuangan sebelumnya menjadi Ketua Komisi I DPRD Bali. Saat ini Made Arjaya maju menjadi Calon Wali Kota Denpasar dari Koalisi Bali Mandara (KBM). Dia diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera.

Dalam pencalonan ini, Made Arjaya berduet dengan AA Ayu Rai Sunasri, atau biasa disingkat paket AS.

Kader PDI Perjuangan Bali selanjutnya dipecat adalah IGA Mas Sumantri. Perempuan asal Karangasem ini merupakan anggota DPRD Kabupaten Karangasem dan kader senior PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem. Mas Sumantri mencalonkan diri dari Koalisi Karangasem Hebat (KKH), didukung Partai Nasdem, Partai Keadilan Persatuan Indonesia, Partai Hanura, dan Partai Demokrat. Mas Sumantri dipasangkan dengan Wayan Artha Dipa, seorang birokrat senior di Karangsem.

Kader PDI Perjuangan Bali ketiga yang dibuang adalah I Wayan Sarjana. Sarjana adalah Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan. Sarjana maju menjadi calon Bupati Tabanan dari Koalisi Rakyat Tabanan (KRT). Dia disokong Partai Demokrat, Partai Gerindra, PKPI, Partai Golkar, dan Partai Nasdem. Sarjana berpasangan dengan IB Astawa Merta dari Demokrat.

Pemecatan ketiganya disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat ditemui di DPD PDI Perjuangan Bali, Sabtu (19/9). Menurut Hasto, sudah menjadi keputusan partai memecat kader membelot dan mencalonkan diri dari partai lain.

“Surat pemecatan itu sudah ditandatangani oleh Ibu Ketua Umum DPD PDIP Megawati Soekarno Putri. Dan surat tersebut juga sudah diserahkan ke DPD Bali. Tentang bagaimana mekanisme penyerahan surat tersebut, silahkan tanya kepada Ketua DPD PDIP Bali,” kata Hasto.

Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, menolak diwawancara oleh media terkait pemecatan tiga kader PDI Perjuangan Bali, mencalonkan diri dari partai lain. Koster lebih memilih merokok di ruangan dan terdiam saat ditanyai wartawan.

Pada kesempatan lain, Arjaya yang juga anak dari Nyoman Lepug, seorang pendiri dan perintis PDI Perjuangan Bali, santai menyikapi pemecatan dirinya.

“Saya hanya bisa tersenyum. Saya dipilih bukan untuk partai, tetapi untuk rakyat. KTA PDIP saya masih tersimpan dengan baik. Apakah yang diusung PDIP saat ini untuk Calon Wali Kota Denpasar punya KTA dari PDIP? Ini pemilihan Wali Kota untuk rakyat Denpasar, bukan pemilihan calon ketua partai yang nantinya hanya jadi pemimpin partai,” kata Made Arjaya.

Arjaya menyatakan PDI Perjuangan Bali telah melupakan sejarah. Bahkan menurut dia, sudah banyak penyusup berusaha mengotori PDI Perjuangan, dan memutarbalikkan fakta supaya membuat Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, percaya akan hal ini. (sumber: merdeka.com)

======

Foto: Made Arjaya

Komentar ANDA?