Pedagang Ikan Minta, Pembokaran Lapak di Depan Hotel Aston Dihentikan

0
769
NTTsatu.com — KUPANG —  Penjual ikan di kawasan jalan Timor Raya depan Hotel Aston, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta untuk hentikan pembongkaran lapak pedagang, karena lokasi relokasi belum disiapkan secara baik.

 

“Kami minta untuk sementara dihentikan pembongkaran lapak, karena tempat relokasi belum siap untuk jualan. Mestinya sebelum bongkar tempat relokasi sudah siap, sehingga tetap ada jualan dan beraktivitas,” kata Perwakilan Pemuda Kelurahan Kelapa Lima,  Donni Kalelena, Senin, 9 November 2020.

Permintaan itu disampaikan pedagang saat mendatangi DPRD Kota Kupang. Dia menilai pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terlalu dini melakukan pembongkaran tempat jualan di lokasi tersebut. Padahal tempat relokasi belum disiapkan secara baik bagi para pedagang untuk berjualan.

Selain tempat relokasi yang belum siap, ada pula persoalan lainnya yakni jumlah pedagang yang di data sebanyak 84 pedagang. Padahal jumlah pedagang tidak mencapai angka tersebut.

Bahkan ada sebagian nelayan yang telah berdagang di tempat tersebut tidak terakomodir dalam data relokasi.

“Ini data siluman, padahal totalan tidak sampai segitu. Bahkan yang pedagang yang asli tidak terdata dan tidak mendapat tempat relokasi. Pemkot terkesan sangat tertutup, hingga tidak libatkan lembaga pemerintah tingkat RT/RW,” kata Ketua setempat, Muchlis.

Pembongkaran dan relokasi pedagang ikan di lokasi tersebut dilakukan Pemkot Kupang terkait rencana pembangunan taman dengan sumber dana dari dana diskresi atau alokasi anggaran pemerintah pusat. (*/gan)

Komentar ANDA?