Pejabat Bupati Sarai:  Intervensi Pemkab Sarai Sudah Maksimal

0
687
NTTsatu.com — SARAI — Penjabat Bupati Sabu Raijua Doris A.Rihi menjelaskan, upaya pemulihan dampak seroja bagi masyarakat di Sabu  Raijua sudah dilakukan semaksimal mungkin.

“Untuk recovery infrastruktur rumah yang rusak, di Sabu.  Data sudah masuk ke BNPB tapi belum ada bantuan dari Pusat untuk semua rusak berat, sedang dan ringan.” kata  Doris Rihi (Senin, 14/06).

Sedangkan untuk bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebanyak 225 rumah dari total 353 yang rusak berat,

“Tapi DTH itu belum dicairkan sampai hari ini,  karena masih harus memenuhi lampiran administrasi pertanggungjawaban dan juga sambil menunggu bantuan untuk 128 rumah sisanya yang harus juga mendapat Dana Tunggu Hunian.” jelas Doris.

“Sesuai aturan, DTH itu akan dicairkan ke masing-masing rekening korban. Jadi semua harus bersabar. Karena bekerja harus ada pertanggungjawabannya  secara administrasi dan hukum.” jelasnya lebih lanjut.

“Pokoknya banyak tindakan dari Pemda akan terlupakan ketika tidak menyentuh yang korban.” ujarnya.

Di Sabu Raijua, Ujar Doris merinci, Rumah warga yang rusak sebanyak 10.372 unit. Bantuan berupa seng yang sudah disalurkan sekitar  6 ribuan seng yang datang secara bertahap. Jumlah seng yang ada jika dibagi berdasarkan jumlah rumah rusak maka masing-masing rumah akan mendapat 1/2 lembar seng. Tapi pembagiannya tidak begitu. Jumlah seng yang ada dibagi rata 6 kecamatan.

“Bahkan ada tambahan seng dari Bank NTT sebanyak 5 ribu lembar.  Hari ini saya bawa 500 lembar ditambah 500 lembar dari Bank NTT jadi total 1000 lembar ke Kecamatan Raijua. Pasti mereka akan bagi sesuai prioritas. Pagi ini saya kunker ke Raijua sekaligus juga bawa seng itu,” tandas Doris.

Ia berharap semoga bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB segera cair maka akan meringankan daerah dan masyarakat Sabu Raijua.

“Untuk kerusakan Infrastruktur perkantoran, rumah sakit, fasilitas pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya, Pemda terus membangun komunikasi untuk mendapat perhatian dan bantuan. Karena semua rusak rata-rata berat karena umumnya atapnya yang rusak. Tapi kami tetap Optimis semua bisa terselesaikan. Tapi kan tidak bisa sekaligus. Harus menunggu proses,” ujarnya.

Sesuai data yang masuk, Kabupaten Sabu Raijua total dapat DTH sebesar  Rp337.500.000 untuk 225 kk.

“Total rumah yang rusak berat ada 353 rumah (kk) berarti masih kurang 128 kk. Laporan dan permintaan sudah diberikan. Kami terus komunikasi untuk mendapatkan kepastian pembayarannya,” tandasnya Doris.

“Dana akan diberikan 3 bulan per kk. Jumlah dana per kk/bulan sebesar Rp500.000. Total DTH yang ada untuk 225 kk : Rp. 337.500.000 ini juga masih harus memenuhi LAMPIRAN administrasi yang disyaratkan. Dan akan dicairkan ke rekening masing-masing korban. Semua sedang proses. Dan kami sudah menginformasikan ke masyarakat baik langsung maupun lewat perangkat pemerintah seperti kepala desa, mekanismen yang sedang berjalan. Masyarakat diharapkan bersabar.” ujar Doris.

Ada intervensi dalam program kegiatan seperti pembangunan rumah layak huni baik APBD maupun dr DAK. Tapi  tidak jangkau bagi total 10.372 rumah terdampak. Tapi bantuan sembako dari awal, Pemerintah kabupaten Sabu Raijua telah menyalurkan Beras Cadangan Pemerintah yang ada di Bulog.  Semua berharap kiranya APBN segera cair sebagaiman yang dijanjikan. Biar masalah rumah rusak terselesaikan. (*/gan)

Komentar ANDA?