Pejabat Rebutan Cium Gubernur Saat Ultah

0
193

WITIHAMA – NTTsatu.com – Para Pejabat jajaran Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 18 Mei 2015 setelah doa bersama di rumah pribadi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Watoone, Witihama sekitar pukul 00.10 saling berebutan mencium Gubernur untuk memberikan ucapan selamat Ulang Tahun ke 55.

Sebelum penyampaian ucapan selamat, menjelang pukul 00.00, didahului dengan doa bersama dipimpin Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provisi nTT, Marius Ardu Jelamu. Doa yang tidak dihadiri istri Frans Lebu Raya, Lucia Adinda Lebu Raya itu diikuti oleh hampir semua pejabat yang datang dari Kupang serta beberapa pejabat Pemda Flotim termasuk Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin.

Usai doa syukur itu, para pejabat langsung berebutan memberikan ucapan selamat kepada Gubernur dengan berbagai cara terutama saling berangkulan dan berciuman. Gubernur yang hanya mengenakan kaos oblong putih dengan kain sarung Adonara (kremot) meladeni ucapan selamat itu.

Sebelum doa bersama dan ucapan selamat, Gubernur bersama istrinya, Lucia Adinda Lebu Raya menggelar malam keakraban di pelataran depan Kapela Watoone yang dihadiri ratusan masyarakat Witihama.

Acara penuh keakraban itu diwarnai dengan pemberian hadi door price kepada masyarakat dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab. Jawaban yang benar langsung mendapatkan hadia. Acara itu dipandu tiga master ceremonial (MC) dari Kupang yakni Frans Ola Wuran, Bastian Dethan dan Theresia.

Hadia yang disiapkan oleh Frans dan Lucia untuk diperebutkan malam itu berupa Handphone sebanyak 10 buah, tiga buah Kipas Angin bediri, dua unit Magiccom, satu unit blender dan sebuah televisi ukuran 24 Inch sebagai hadia utama.

Ketika pertanyaan dilontarkan MC, masyarakat dengan kategori pelajar SD, SMP, SMa/SMK dan untuk umum, saling berebutan mengangkat tangan dan berlari menuju MC. Sementara hadia utama berupa televisi pertanyaannya langsung disampaikan Gubernur NTT.

Pertanyaan yang dilontarkan gubernur untuk hadia utama itu adalah, mengapa sebuah SMP swasta di Witihama diberi nama SMP 1912. Pertanyaan itu langsung dijawab seorang bapak dengan tegas bahwa nama itu diberikan kepada SMP swasta di Witihama untuk mengenangkan perjuangan bapak Ola Bebe ketika melawan tentara Belanda tahun 1912 di Witihama. (iki)

Komentar ANDA?