Pekan Depan, 14 Frater Akan Ditahbiskan Diakon

0
522

KUPANG. NTTsatu – Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui, Kupang pada Kamis, 28 Mei 2015 pekan depan akan menuai lagi “hasil panen” calon imam baru melalui tahbisan Diakon. Sebanyak 14 frater akan ditahbiskan menjadi Diakon sebagai langkah terakhir menuju tahbisan imamat yang juga akan diterimakan kepada mereka tahun ini.

Seperti yang diumumkan dalam Perayaan Misa Kudus Hari Raya Pentekosta, Minggu, 24 Mei 2015 di Kapela Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui Kupang, akan ditahbiskan 14 frater calon imam projo dari tiga Keuskupan, masing-masing Keuskupan Agung Kupang sebanyak tujuh orang frater, Keuskupan Atambua sebanyak empat orang frater dan tiga lainnya dari Keuskupan Weetebula, Sumba.

“Hari Kamis tanggal 28 Mei 2015 pekan depan akan ditahbiskan 14 orang frater menjadi diakon. Tahbisan akan dilangsungkan di Kapela Seminari Tinggi Santu Mikhal Kupang dengan uskup pentahbis, Mgr. Edmon Woga, CsSr. Mari kita mendukung mereka dengan doa,” kata Romo Hironimus Pakenoni, Pr di akhir perayaan misa kudus itu.

Diperoleh keterangan, empat belas frater yang akan ditahbiskan diakon ini adalah tujuh dari Keuskupan Agung Kupang masing-masing: Yohanes Antonio Tnomel, Yakobus Longga, Melkhior Tamelab, Januario Gonzago, Yudokus Mariman, Longginus Bone dan Yeremias Kewohon.

Empat orang dari Keuskupan Atambua masing-masing: Yuvenaris Lake, Erlando Afoan, Fridus Talan dan Frengki Atitus. Sedangkan tiga lainnya dari Keuskupan Weetebula masing-masing, Christo Ngasi, Fredi Sianturi dan Lukas Gaina Rodhe.

Untuk diketahui, para frater yang masuk ke Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang akan menempuh pendidikan selama empat tahun pada Fakultas Filsafat Agama (FFA) pada Univesitas Katolik Widya Mandira Kupang hingga meraih gelar Sarjana Filsafat (S.Fil). Setelah itu mereka menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama dua tahun.

Selesai menjalani masa TOP mereka akan kembali ke Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang untuk belajar Theologi selama 2 tahun. Pada tahun terakhir itu mereka akan ditahbiskan menjadi Dakon, kemudian menjalani praktek Diakonat di paroki selanjutnya beberapa bulan kemudian antara bulan September hingga bulan Desember mereka akan ditahbiskan menjadi iman. (iki).

Komentar ANDA?