Pemadaman Bergilir Karena Listrik Defisit Tiga MW

0
163

KUPANG. NTTsatu- Pemadaman bergilir listrik milik PT PLN (Persero) area Kupang masih akan terus berlangsung karena terjadi defisit daya listrik sebesar tiga megawatt (MW).

“Daya mampu pasokan listrik saat ini sekitar 50 MW, sedangkan beban puncak pelanggan mencapai 53 MW, sehingga kami defisit daya sekitar 3 MW,” kata Humas PLN Wilayah NTT, Paul Bola di Kupang, Selasa (14/4).

Dia mengatakan, kondisi beban puncak itu telah dihitung dengan pelanggan besar, sehingga untuk mengurangi sedotan daya, para pelanggan besar seperti PT Semen, mall dan hypermart, hotel dan lainnya dianjurkan agar mengalihkan sebagian daya pada genzet.

Menurutnya, selain pemadaman bergilir dan alternatif penggunaan genzet, pihak PT PLN (Persero) area Kupang mengimbau pelanggan untuk hemat listrik sehingga membantu menjaga suplay listrik tetap menyala di tengah defisit daya.

“Kami hanya bisa mengimbau masyarakat untuk berhemat dan bijak dalam penggunaan listrik. Gunakan seperlunya dan matikan selebihnya. Karena jika demikian maka kontribusi kita dalam menghemat penggunaan listrik dapat membantu ketersediaan daya dan energi listrik tetap menyala di Kupang dan sekitarnya,” katanya.

Dia menjelaskan, defisit daya di Kota Kupang dan sekitarnya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi yang dialami pada 2014. Tahun lalu mengalami defisit daya 17 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kota Kupang. Akibatnya PLN melakukan pemadaman listrik bergilir.

Menurut dia, daya listrik PLN untuk area Kota Kupang pada awal 2014 sebanyak 48 MW. Namun, khusus memasuki Oktober dan November terjadi lonjakan pemakaian dari konsumen hingga beban puncaknya mencapai 54 MW.

Beban puncak ini, katanya, tidak hanya terjadi pada malam hari, namun juga siang hari. Beban puncak siang hari mencapai 48.050 kilo watt (kw), dari daya mampu 37.350 kw.
Kata dia, memasuki awal 2015 PLN area Kupang menambah daya dengan beroperasinya PLTU Bolok sehingga mencadangkan dua megawatt dari pembangkit listrik yang ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen setempat. (bop)

Komentar ANDA?