Pembangunan Infrastruktur Yang Memadai Dapat Mengubah Peradaban

0
341
Foto: Soekmana Soma saat membawakan Materi dihadapan 500 peserta di Palm Indah Hotel (Foto Dok.Kominfo LBT)

NTTsatu.com – LEWOLEBA – Pembangunan infrastruktur yang memadai dapat mengubah peradaban masyarakatnya. Demikian focus materi  diskusi   seminar sehari  dengan tema “Pembangunan Infrastruktur Dan Peradaban”.

Seminar sehari ini digelar di di Aula Palm indah Hotel beluma lama ini yang diikuti 500 peserta  yaitu Kepala desa dan ketua BPD sekabupaten Lembata, pimpinan OPD bersama kepala Bidang,  para camat dan para lurah sekota Lewoleba.

Dua pemateri yang hadir dalam seminar sehari ini adalah Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur,ST dan Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP.M.Eng.

Hadir dalam seminar itu juga Wakil Bupati Thomas Ola Langodai, Plh Sekretaris Daerah Anthanasius A. Amuntoda, dan Kepala Bapelitbangda Kabupaten Lembata Said Kopong.

Bupati Lembata dalam arahannya saat membuka kegiatan seminar tersebut menegaskan pembangunan infrastruktur menjadi energi untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Dalam upaya meningkatkan  pertumbuhan ekonomi tersebut tidak boleh merusak tatanan hidup sosial di tengah masyarakat atau pembangunan yang humanis. Dengan demikian pembangunan tidak  menimbulkan konflikasi sosial dan komplikasi lingkungan.

Menurut Bupati Sunur,   pembangunan infrastruktur justru berdampak  pada perubahan sosial dan peradaban masyarakat.  Kepada para kepala desa dan Ketua BPD Bupati  menegaskan agar perencanaan pembangunan di desa juga harus harmonis dan humanis dengan kurva anggaran 70 dan 30. Tujuh puluh Prosen untuk kepentingan masyarakat dan tiga puluh untuk aparatur.

Pemateri  utama Dr. Ir. Soekmana Soma mengawali pembicaraan  menggambar,  kemana pun kita pergi di dunia ini kita akan mengamati infrastrukruktur disuatu daerah.  Orang akan tau dengan mudah dimana daerah yang paling tinggi income perkapitanya hanya dengan melihat kondisi infrastrukturnya.

Tempat dimana infrastrukturnya baik pasti kehidupan masyarakatnya lebih maju bila dibandingkan dengan daerah  yang infrastrukturnya lebih buruk.

Menurut Dr. Soma,  pembangunan untuk mewujudkan peradaban moderen tidak dibangun dalam waktu yang singkat namun butuh waktu yang panjang dan masyarakatnya harus konsisten dengan hidup dalam norma dan standar tententu.

Dalam materinya  Dr. Soma menguraikan,  peradaban moderen bisa dicapai dengan memprioritaskan pembangunan pada beberapa hal penting yakni ; Pertama: Seluruh masyarakatnya harus memenuhi standar pendidikan K-12  atau tamatan SLTA.  Jika pendidikan warganya setara SLTA orang sudah lebih paham apapun dalam hidupnya.

Kedua: taat Pada Hukum dengan membuat sedikit aturan namun  wajib ditaati seluruh masyarakatnya. Ketiga: Manajemen pemerintahan yang transparan dan efisien, transparan untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat, efisien dengan  mengutamakan standar pelayanan yang bersifat umum.

Dicontohkannya,  transportasi umum yang layak yang dapat digunakan semua orang itu akan lebih murah,  mengurangi persaingan pribadi dan bentuk lain dari pelayanan publik yang kongkrit.

Keempat: Standarisasi barang kebutuhan, dimana segala kebutuhan harus memenuhi standar,  air minum standar, takaran barang jualan yang standar, pelayanan kesehatan yang standar tententu dll

Kelima: Infrastruktur dengan standar modern yang menciptakan peradaban. Ia mencontohkan jika masuk ke   Bus di desain dengan standar modern sistem Kartu Kredit maka semua orang yang masuk harus membawa kartu dan menggesekkan kartu di mesin untuk membayar. Dengan sistem ini  dapat menumbuhkan peradaban yang tinggi bagi masyarakatnya karena  semua orang diperlakukan sama siapa pun dia harus membawa kartu, tidak ada pungutan liar,  semua orang patuhi karena tanpa menggesekkan kartu orang tidak bisa menenpati kursi dalam Bus tersebut.

Menjawabi pertanyaan Apolonaris Bokilia Plt. Kadis pariwisata selaku peserta seminar tentang apakah masyarakat yang  hidup dan kultur dan peradaban  budaya yang tinggi namun infrastrukturnya jelek apakah itu artinya masyarakat itu tidak beradab ?

Dr. Soma menyatakan secara moral masyarakat memiliki peradapan yang tinggi karena patuh pada aturan-aturan adat, sopan santun, berbudi pekerti yang tinggi namun  dari sisi standar peradaban modern masih rendah karena masih berjalan kaki,  atau dengan kendaraan namun infrastrukturnya belum standar, waktu capaiannya belum sandar, jaminan  keselamatan perjalanan yang belum standar dan lainnya.

Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama Bapelitbangda dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Lembata untuk membangun pemahaman tentang pentingnya membangun peradaban seiring  pembangunan infrastuktur di Kabupaten Lembata. (m.molan. Kominfo Lembata)

Komentar ANDA?