Pemda Lembata Siap Buka Tranportasi Laut dan Udara Menjelang New Normal

0
743
NTTsatu.com — LEMBATA — Setelah ditutup sejak awal April lalu, Pemerintah Kabupaten Lembata dalam waktu dekat akan membuka akses transportasi laut dan udara menuju Lembata, termasuk jalur transportasi laut dari Lewoleba menuju ke beberapa pelabuhan di Flores Timur.

 

Rencana pembukaan jalur transportasi ini diutarakan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur menyusul rencana pembukaan akses transpostasi antar kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kita rencana buka tetapi dengan pembatasan tadi,” kata Bupati Sunur usai menghadiri Rapat Lengkap Pamong Praja di Hotel Palm Lewoleba.

Kendati demikian, Bupati Sunur masih menerapkan aturan yang sama bahwa setiap orang yang hendak ke Lembata harus menunjukan hasil rapid tes dua kali dengan selang waktu 10 hari dan atau satu kali hasil swab tes.

Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa orang yang hendak masuk ke Lembata bebas dari Covid-19.

“Itu harus rapid tes dua kali atau swab satu kali. Daerah yang punya swab ya silahkan dia swab. Kemudian dia harus bawa surat perjalanan dia. Kalau dia misalnya dari Surabaya ya silahkan dia minta surat pengantar dari RT setempat, diketahui oleh RW dan lurah atau kepala desa dan gugus tugas daerah asal,” ujarnya.
Aturan ini kata Bupati Sunur berlaku untuk semua warga yang hendak masuk ke Lembata, termasuk warga Lembata yang sampai saat ini masih berada di Flores Timur.
Rencana pembukaan akses transportasi menuju Lembata ini kemungkinan akan dilakukan dalam bulan Juni 2020 setelah Pemda Lembata melakukan sosialisi ke pelaku transportasi lokal dan bersurat ke pemerintah daerah, PT Pelni, PT ASDP, Maskpai Penerbangan Transnusa, Gubernur NTT dan Kementerian Perhubungan.

“Mungkin rens waktu satu minggu dari surat kita baru kira mulai atur rencana untuk kita buka. Mungkin tetap dalam bulan Juni ini,” urai Bupati Sunur.

Pembukaan akses transportasi ini juga seiring dengan upaya Pemda Lembata melonggarkan kembali aktifitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan Covid-19.

Dalam waktu dekat, Pemda Lembata juga akan mengizinkan kembali kegiatan kerohanian di tempat-tempat ibadah seperti sedia kala. Dia berharap masyarakat Lembata tetap mengedepankan pola hidup sehat di tengah pelonggaran aktifitas sosial masyarakat ini.

“Sekarang ini pola hidup sehat kan harusnya sudah jadi budaya. Contoh pakai masker itu sudah jadi budaya, bukan hal baru lagi,” ungkapnya.

Kabupaten Lembata sejauh ini masih masuk dalam zona hijau penyebaran Covid-19 di Indonesia. Kondisi ini menjadi alasan Lembata diizinkan melakukan akfititas secara normal oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. (*/bp)

Komentar ANDA?