Pemda Matim Mulai Bangun RSUD

0
141
Foto: Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote

BORONG. NTTsatu.com – Masyarakat Manggarai Timur (Matim) kini boleh bernafas lega, dengan peristiwa peletakan batu pertama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai Timur oleh Bupati Matim, Yoseph Tote di Lehong,  Jumat, 9 September 2016.

Sarana kesehatan yang diidam-idamkan itu, diharapkan nantinya bisa menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat setempat akan pelayanan kesehatan yang muda, murah, cepat dan berkualitas.

Seremoni awal pembangunan RSUD Kabupaten Manggarai Timur itu masih berlokasi di dalam kawasan pusat pemerintahan di Desa Gurung Riwut, Kecamatan Borong.

Mengawali pengerjaan Rumah Sakit itu telah didahului ritual adat, untuk memohon restu leluhur wilayah setempat. Selanjutnya dilakukan upacara sabda pemberkatan secara Katolik.

Acara simbol pembangunan itu sendiri disaksikan oleh Bupati Matim didampingi Wakil Bupati Matim, Agas Andreas, dan Wakil Ketua DPRD, Filfridus Kiman. Hadir juga tokoh adat lima gendang (himpunan masyarakat adat) yakni tokoh adat Gendang Lidi, Gendang Rehes, Gendang Rentung, Gendang Ara dan Gendang Tuwa serta tokoh masyarakat sekitar Borong.

Pembangunan RSUD itu akan menelan anggaran sebesar Rp. 10,231milliar dari APBD Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2016. Pembangunan ini juga sudah didahului dengan

pelaksanaan study kelayakan pada Tahun 2011 lalu.

Finalisasi Penyusunan Master Plan pembangunannya rampung pada Tahun 2014. Pada Tahun 2015, dilaksanakan penyusunan dokumen Amdal. Tepat pada tanggal 13 Agustus 2016 dilakukan rapat komisi penilaian dokumen AMDAL dan dinyatakan layak lingkungan hidup.

“Rumah Sakit adalah dambaan masyarakat Manggarai Timur. Pemerintah berkewajiban menyediakan berbagai sarana umum termasuk rumah sakit, namun pemerintah juga mengalami beberapa kendala yang mesti dipahami. Karena itu, butuh kesabaran dalam hal pelaksanaan pembangunan ini” demikian kata Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote saat memberikan sambutan pada peletakan batu pertama itu.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Philipus Mantur dalam laporan panitianya menyatakan, dalam perencanaan perhitungan waktu penyelesaian bangunan secara keseluruhan, dibutuhkan waktu lima hingga 10 tahun.

Secara garis besar, dilaporkannya bahwa susunan tahapan pembangunan terbagi dalam dua tahap 5 tahunan. Pada Tahap Pertama untuk kurun waktu Tahun 2015 hingga 2020 diupayakan penyelesaian bangunan utama. Berikutnya,  pada tahap ke dua sejak Tahun 2021 hingga 2026 direncanakan penyelesaian bangunan penunjang.

Dalam tahap pertama di Tahun 2016 ini, akan mulai dibangun gedung rawat jalan. Untuk usulan pembangunan di Tahun 2017 meliputi gedung IGD, Gedung Rawat Inap, Gedung ICU, Gedung Farmasi, dan Gedung Laboratorium. (humas Pemda Matim)

Komentar ANDA?