Pemda NTT Harus Serius Perhatikan Peternakan

0
153

JAKARTA. NTTsatu.com – Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud), Herman Y.L Wutun mengatakan pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) harus memberikan perhatian serius terhadap para peternak untuk terus melakukan perluasan lahan penghijauan.

Selain itu juga perlu membangun sarana embung-embung khsususnya di sentra-sentra peternakan sapi sehingga membantu peternak. demi meningkatkan produktifitas ekonomi sehingga pada gilirannya mencapai kesejahteraan hidup seperti diharapkan petani, penternak dan nelayan di wilayah itu.
“Pemerintah daerah NTT perlu mendorong petani menjadikan lahan pertanian sebagai sumber ekonomi yang menjanjikan. Olehkarena itu tidak ada alasan lain pemerintah harus membantu masyarakat petani, peternak dan nelayan terus berupaya meningkatkan kehidupan yang lebih layak,’’ demikian dikemukakan Herman Y. L Wutun usai penandatanganan kerjasama antara Inkud dengan sejumlah perusahaan/investor asing, bertempat di Graha Padesaan, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (13 Juli 2015).
Ada pun ketujuh perusahaan asing yang bekerjasama dengan Inkud itu antara lain berasal dari Cina, Malaysia, Taiwan, Singapura itu yang dihadiri masing-masing direktur perusahaan bersama 150 orang undangan lainnya.
Ketujuh perusahaan itu adalah : PT Beijing Zhong Sang Science and Tecnology, PT Foxsign Enterprises Indonesia, PT Busines One Hilidines CO. Limted, PT. Ican Capital Group, PT. Lazuritor Nano Bitecnology Co. Ltd, PT DonyingShutong Chemical, dan Chinese Academy of FisneyScienece.
Wujud kerjasama dengan investor asing itu ditandai dengan dibangunnya pabrik (sarana) pengolahan pabrik singkong di Bangka (Bangka Belitung), pembukaan jalur perdagangan sutera untuk memenuhi kebutuhan ikan baik dalam maupun luar negeri (Semarang). Selain itu ada juga proyek pembangunan pabrik es dan mesines (Semarang), pembangunan kembali sumur-sumur tua di Papua Barat serta pembangunan jaringan internet di pelosok pedesaan yang belum terjangkau teknologi informasi.
Herman Wutun menerangkan kerjasama yang telah dilakukan PT Beijing Zhang Shang Science and Tecnology akan melakukan proyek penggemukan sapi di Nusa Tenggara Timur. Khusus mengenai proyek penggemukan sapi ini secara teknis akandilakukan pembicaraan untuk melakukan proyek ini. Selain proyek penggemukan sapi juga dilakukan pembangunan pabrik pupuk skala kecil untuk membantu peternak NTT yang selama ini mungkin kurang optimal dalam mengusahakan usaha pertanian dan peternakan di daerah itu.
Mengenai kerjasama investor asing khususnya di NTT, Herman Wutun mengharapkan para dosen yang ahli di bidang peternakan melakukan kajian, penelitian mengapa sapi-sapi di NTT saat ini memiliki kualitas ekspor yang kurang baik. Dalam suatu pertemuan belum lama ini di Kupang, Herman menceritakan ini adalah pekerjaanrumah (PR) dosen peternakan untuk meneliti mengapa berat badan sapi NTT itu berbeda dengan berat badan sapi di provinsi lain.
Dulu, sekitar tahun 1970-1980 katanya sapi itu mempunyai berat yang layak ekspor mencapai 400 – 500 kg, namun saat ini mungkin karena factor kurangnya konsumsi air, pakannya yang kurang banyak sehingga beratnya hanya mencapai 300 kg. “Saya dalam suatu kesempatan dengan pihak Undana Kupang untuk memikirkan apa yang harus dilakukan professor dan doctor pertanian untuk meneliti ada apakah yang harus diusahakan secara khusus guna meningkatkan berat badan sap iitu,’’ katanya.
Menurutnya anggapan NTT sebagai gudang ternak sapi pada era 1970-1980 harus dikembalikan. Karena itu ia berharap perlu ada komitmen pemerintah daerah untuk mengembalikan stigma yang telah melekat ini. Petani harus diajak untuk memperbanyak lahan hijau, karena dengan adanya lahan bisa menjadi pakan ternak sapi. Pemerintah diminta membangun embung-embung sehingga menjadi minuman ternak karena ditengarai factor kurangnya berat badan ternak sapi juga karena keterbatasan air yang menjadi ‘langganan’ di provinsi kepulauan itu. (konrard mangu)

Komentar ANDA?