Pemerintah Berupaya Tingkatkan Elektrifikasi di NTT

0
203
Foto: Gubernur Ketika melakukan teleconfernce dengan Menteri ESDM, Ignasius Johan langsung dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

NTTsatu.com – KUPANG – Video conference antara Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dengan Menteri Engergi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Rini Sumarno dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Persero, Sofyan Basyir, di Desa Nifuneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat ( 20/10), membicarakan soal ketersediaan listrik di NTT dan NTB.

Melalui video conference yang ditayangkan langsung dari Lombok (NTB), Gubernur Frans Lebu Raya, menggambarkan kondisi terkini terkait kebutuhan listrik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Termasuk di dalamnya, penjelasan tentang kondisi geografis Provinsi NTT, dalam upaya  pengembangan dan peningkatan ketersediaan listrik.

Gubernur Lebu Raya, mengatakan posisi ketersediaan listrik di NTT saat ini sebanyak 200 MW (mega watt). Untuk daratan Timor tersedia 105 MW. Jika ditambah dengan PLTMG 40 MW yang digroundbreaking di lokasi Desa Nifuneo dan dibangunnya PLTU 2 x 25 atau 50 MW, di Nifuneo, maka jumlah keseluruhan khususnya di daratan Timor telah mencapai 195 MW.

Dalam video conference yang berlangsung selama 30 menit itu, Gubernur Lebu Raya, menjelaskan tentang profil pembangunan kelistrikan di NTT. Kata Lebu Raya, bicara efisiensi untuk pembangunan listrik di NTT dengan di Pulau Jawa sangat berbeda. Kalau di NTT 10 tiang listrik diperuntukan bagi satu rumah tangga. Tapi di Jawa, satu tiang listrik untuk kebutuhan 20 hingga 30 rumah tangga.

Foto: Lokasi Proyek PLTMG di di dusun Panaf, desa Nifuneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Menteri Ignasius Jonan, lewat video conference, mengakui ketersediaan listrik di NTT dan NTB masih kurang. Karenanya, Pemerintah Pusat berupaya mendongkrak tingkat elektrifikasi di Provinsi NTT dan NTB.

Kata Jonan, Pemerintah kini berkomitmen untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia menjadi 93 persen pada tahun 2019 mendatang. Lanjutnya, Pemerintah juga dalam waktu dekat akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di NTT dengan kapasitas 2 x 25 MW. NTT menjadi provinsi pertama di Indonesia dibangun PLTU. (hms setda ntt/bp)

Komentar ANDA?