Pemerintah Provinsi NTT Komit Dorong Pertumbuhan Ekonomi

0
184

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Selalu komit untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Pernyataan Gubernur itu disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Provinsi NTT, Drs. Andreas Jehalu, M.Si saat membuka kegiatan Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Hotel Aston, Kamis (27/8).

Seminar yang mengambil tema “Penguatan Peran Belanja Pemerintah Dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi NTT” ini diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan bersama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Provinsi NTT.

“Pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2014 sebesar 5,04 telah melampau pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini merupakan sejarah baru dalam perkembangan ekonomi NTT,” jelas Lebu Raya.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan bahwa arah kebijakan belanja APBD Provinsi NTT didasarkan pada skala prioritas. “Belanja APBD diarahkan untuk mendukung 8 Agenda dan 6 Tekad yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTT,”tegas Lebu Raya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaraharaan Kementerian Keuangan RI, Drs. Haryana, M.Soc.Sc dalam sambutannya menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia pada Tahun 2015 telah menjadi sorotan berbagai pihak.

“Tingkat pertumbuhan perekonomian di Kuartal II Tahun 2015 belum sesuai harapan. Capaian pertumbuhan baru sekitar 4,67 %, sedikit melambat dibandingkan Triwulan pertama tahun ini yang mencapai 4,72 %,” jelas Haryana merujuk pada data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Menyinggung tentang pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2015 ini, Haryana menjelaskan, terjadi perlambatan perekonomian regional NTT dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kondisi tersebut merupakan efek dari perlambatan perekonomian global dan nasional. Pada triwulan II pertumbuhan ekonomi NTT mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini sebagai akibat pengeluaran belanja pemerintah baik pusat maupun daerah,” jelas Haryana.

Ditambahkannya, pada triwulan II terjadi peningkatan nilai belanja APBD untuk seluruh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten sebesar Rp. 3,1 Triliun dari triwulan sebelumnya sebesar 1,9 triliun.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara I Nengah Gradug, S.E, M.Si, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Dr. Yoopie Abimanyu, Peneliti pada Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal, Anwar Syahdat, Kasubdit Dana Bagi Hasil SDA, Dirjen Perimbangan Keuangan, Dr. Thomas Ola, S.E, M.Si, Ekonom Kementerian Keuangan Provinsi NTT. (ayu/bp)

Komentar ANDA?