Pemkab Lembata Tetap Komit Hentikan Kerjasama Pengelolaan Jober

0
514
Foto: Jober yang terletak di sebelah Barat Pelabuhan Laut Lewoleba ini dibangun masa kepemimpinan Bupati Andreas Duli Manuk menelan dana miliaran rupiah akan dibiarkan mubasir

NTTsatu.com – LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah kepemimpinan Eliazer Yentji Sunur –Thomas Ola Langoday tetap berkomitmen menghentikan kerjasama pengelolaan aset penampungan BBM Jober yang sebelumnya telah dilakukan oleh Penjabat Bupati Petrus Sinun Manuk. Sebab, tahapan kerjasama yang telah dilakukan tidak melalui mekanisme yang seharusnya.

Bupati Lembata Eliyaser Jentji Sunur kepada wartawan akhir pekan di Lewoleba menjelaskan,

untuk melakukan kerjasama pengelolaan aset milik pemerintah, seharusnya dilakukan kajian oleh kedua pihak sebelum dituangkan dalam MoU. Tugas kepala daerah hanya sampai pada tahapan MoU. Selanjutnya, untuk kerjasama teknis dilakukan dinas terkait.

“Tapi ini tidak diakukan dan langsung tentukan harga. Walau ini subsidi tapi apakah daerah yang tentukan. Lalu apa untungnya untuk.daerah?. Setor Rp 50 juta setahun sedangkan aset kita nilainya berapa,” ujar Sunur.

Apalagi, lanjutnya, lokasi Jober aaat ini sudah tidak layak lagi menjadi area penampungan BBM. Selain karena letaknya sangat dekat dengan jalan raya, keberadaannya juga sangat mengganggu kenyamanan ruang labuh kapal Pelni. Wilayah tersebut sudah tak layak lagi menjadi depo BBM sehingga kerjasama pengelolaan harus dihentikan walau jelas hal itu tak diinginkan investor.

“Reaksi Pelni soal ruang gerak labuh, maka tidak bisa. Kalau mau pakai harus relokasi dan pilihan di Loang yang sudah ada tanah Pemkab di sana,” kata Sunur.

Ia mengatakan ke depan pemerintah akan mendorong pembangunan SPBU milik pemda karena sedang kesulitan dana dan dan pendapatan pun mengalami penurunan. Sementara dari sisi kajian lingkungan pun tak layak sehingga akan dijadikan taman rekreasi yang tidak mengganggu aktivitas di pelabuhan penumpang.

Sebelumnya, Broin Tolok, tokoh pemuda Kota Lewoleba mengatakan, di masa penjabat bupati telah dilakukan kerjasama pengelolaan Jober dengan pihak ketiga. Hanya saja, operasionalnya terhambat karena lokasinya terlalu dekat jalan dan sangat rentan. Namun, ia berharap jober harus difungsikan meski akan direlokasi. Jika perlu, Jober tetap dimanfaatkan sampai ada alternatif lokasi.

“Jika bisa dialihfungsikan untuk kepentingan lain bagusnya pemkab lakukan itu seperti untuk PDAM atau kerjasama dengan PT Pelni untuk menampung air agar dapat dipasok ke kapal-kapal yang menyinggahi Pelabuhan Lewoleba,” kata Tolok.

Akan tetapi, lanjutnya, dengan melihat kondisi kelangkaan BBM yang terjadi akhir-akhir ini, maka pemkab perlu mempertimbangkan kerjasama pengoperasian Jober sambil membenahi keamanannya.

“Sehingga, dengan masuknya BBM industri maka mobil-mobil milik perusahaan tak lagi mengantre di depot pengisian BBM bersubsidi dan dapat mengurai kemacetan akibat antreab panjang yang terjadi selama ini,” tambahnya. (*/rin/bp)

Komentar ANDA?