Pemkab Sarai Gandeng UGM dan Undana Rekayasa Lontar Hibrida

0
629

SEBA, NTTsatu.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) berniat menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Undana Kupang untuk melakukan rekayasa teknologi agar bisa memnuculkan lontar hibrida. Ini dilakukan untuk melolong masyarakat Sarai.

“Kalau ada kelapa hibrida tentu bisa juga lontar hibrida. Karena itu kita akan kerjasama dengan UGM dan Lembaga Penelitan (Lemlit) Undana untuk melakukan rekayasa teknologi ini. Jika ini berhasil maka di Sabu Raijua, pekerjaan mengiris tuak bukan hanya pekerjaan lelaki saja tetapi juga bisa dilakukan oleh kaum perempuan karena lontarnya pasti pendek-pendek,” kata Bupati Sarai, Marthen Luther Dira Tome kepada wartawan di Seba, kemarin.

Marthen mengatakan, mengiris tauk dari lontar itu sebuah budaya warisan nenek moyang orang Sabu, karena itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Karna itu dia sudah melakukan pendekatan dengan dua lembaga pendidikan tinggi ini untuk melakukan rekayasa teknologi tersebut.

Dikatakannya, selama ini pohon lontar di Sabu Raijua itu tinggi-tinggi semua sehingga hanya bisa diiris oleh kaum lekaki. Selain itu karena tingginya pohon lontar sebagai pohon tuak itu sering juga banyak orang yang jatuh dari pohon itu dan meninggal.

Orang Sabu Saijua kata Marthen, menggantungkan harapan hidupnya pada pohon lontar ini. Karena itu mereka tidak akan mungkin meninggalkan pekerjaan mengiris tuak. Hasil dari tuak selama ini memang sangat menolong mereka.

 

Pabrik Miras

Selain melakukan rekayasa teknologi menghasilkan lontar hibrida, Bupati juga mengaku, sedang melakukan upaya untuk menghadirkan pabrik miras di kabupaten ini. Jika ini berhasil makan produksi miras di daerah ini akan memiliki nilai tambah ketimbang yang dibuat dan dijual selama ini.

“Kalau di Bali ada anggur Bali, mengapa tidak bisa kita usahkan itu di Sabu Raijua, Misalnya menjadi Anggur Sarai. Ini tekad yang harus saya lakukan,,” katanya.

Menurut Bupati budaya iris tuak kemudian mengolah menjadi gula air dan arak merupakan pekerjaan orang Sabu yang memang tidak bisa tergantikan. Karena itu harus diusahakan agar menghadirkan pabrik di Sabu sehingga bisa mengolah arak itu menjadi minuman berlabel yang akan memberikan nilai lebih kepada mereka. (iki)

====== .

Foto: Seorang Bapak sedang mengiris tuak dari pohon lontar di Sabu

Komentar ANDA?