Pemprov NTT Apresiasi Keberhasilan Kejati NTT

0
280
NTTsatu.com — KUPANG —  Baru Kali ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati)  NTT dalam penegakan hukum khususnya pada pemberantasan tindak pidana korupsi.

Apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Kejati NTT, menyusul keberhasilan penyidik Kejati NTT dalam mengungkap kasus dugaan korupsi kredit macet pada Bank NTT cabang Surabaya Tahun 2018 senilai Rp 149 miliar.

Anehnya,  pada kasus – kasus sebelumnya Kejati NTT tidak pernah mendapatkan apresiasi dari Pemprov NTT dalam memberantas tindak pidana korupsi di NTT seperti kasus kredit macet pada KCU Bank NTT senilai Rp 5 miliar dan beberapa kasus korupsi lainnya yang bernilai puluhan miliar.

Kepala Biro Humas Setda NTT,  Marius Jelamu kepada wartawan di Kejati NTT,  Rabu (24/6/2020) mengaku bahwa kedatangan dirinya di Kejati NTT hanya ingin memberikan apresiasi kepada Kajati NTT,  Dr.  Yulianto S.  H,  MH beserta seluruh jajarannya.

Dijelaskan Jelamu,  apresiasi patut diberikan kepada Kajati NTT,  Dr.  Yulianto beserta jajarannya karena berhasil mengungkap kasus kredit macet pada Bank NTT cabang Surabaya yang bernilai ratusan miliar.

“kedatangan kami di Kejaksaan Tinggi (Kejati)  NTT hanya untuk memberikan apresiasi kepada Kajati NTT meskipun baru bertugas dua pekan tapi sudah melakukan hal yang luar biasa, ” kata Jelamu.

Dilanjutkan Jelamu,  apresiasi patut diberikan kepada Kejati NTT karena dengan cara demikian diyakini akan membuat Bank NTT kembali sehat dan kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat NTT.

“patut diberikan apresiasi kepada Kejati ntt karena diyakini akan membuat Bank NTT kembali sehat dan kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat serta telah menyelamatkan uang rakyat hampir Rp.  100 miliar,” sebut Jelamu.

“tidak ada maksud lain ataupun tujuan lainnya datang ke Kejati NTT. Kami datang hanya untuk berikan apresiasi, ” tambah Jelamu.

Terpisah,  Kajati NTT,  Dr.  Yulianto, S.  H,  MH kepada wartawan mengaku bahwa kedatangan Karo Humas Pemprov NTT tidak diketahui dirinya dan juga tidak diketahui tujuannya seperti apa.

“saya tidak temui Karo Humas Pemprov NTT mungkin ketemu orang lain di Kantor Kejati NTT tapi saya tidak.  Soal tujuan lainnya kesini saya tidak tahu tanyakan langsung kepada orangnya, ” ujar Yulianto.

Terkait adanya dugaan tekanan politik dalam penanganan perkara Bank NTT cabang Surabaya, Kajati NTT membantah hal itu.

Ditegaskan Yulianto,  dalam penanganan perkara kredit macet Bank NTT cabang Surabaya tidak ada tekanan politik ataupun dari pihak manapun yang melakukan intervensi.

“tidak ada tekanan politik ataupun intervensi dari pihak manapun dalam perkara kredit macet Bank NTT cabang Surabaya, ” tegas Yulianto.(*/bp) 

Komentar ANDA?