Pemprov NTT Data Warga yang Gagal Panen

0
140

KUPANG. NTTsatu.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami gagal panen menyusul adanya laporan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bahwa ada warga mengosumsi putak karena gagal panen yang terrjadi di wilayah itu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTT Anis Tay, yang dihubungi di Kupang, Selasa, 5 Mei 2015 mengatakan, hanya sebagian kecil wilayah di NTT yang mengalami gagal panen tahun ini. Bahkan persentasinya sangat kacil dan hanya di wilayah tidak subur.

“Gagal panen ini sifatnya sporadis dan hanya spot-spot tertentu saja,” katanya.

Dia mencontohkan, enam desa di Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS merupakan daerah yang curah hujannya kurang. Hal yang sama juga terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Lembata.

Meskipun tidak merepresentasi kondisi NTT secara keseluruhan,  dia mengatakan, saat ini para petugas sudah diterjunkan ke lapangan untuk menginventarisasi kondisi ril di lapangan. Hasil inventarisasi  akan digunakan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Untuk 900 kepala keluarga di Kecamatan Kualin yang mengalami gagal panen, katanya, akan diarahakan untuk mengoptimal pemanfaatkn lahan di Benah, wilayah yang berdekatan dengan enam desa.

Selain bantuan langsung dari pemerintah,  katanya, warga juga bisa mengolah lahan dengan sistem bagi hasil dengan para pemilik. Di samping, itu, masih ada musim tanam tahap dua di wilayah irigasi seperti Benah yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman lagi.

Anis menambahkan, curah hujan tahun ini juga masih normal sehingga produksi pertanian khususnya padi dan jagung tidak mengalami penurunan.Bahkan tahun ini produksi pertanian tergolong baik.

Anggota DPRD NTT Jefry Unbanunaek meminta Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTS untuk melakukan penanganan darurat dengan memberikan bantuan makanan terhadap warga di Kecamatan Kualin yang mengosumsi putak (hati batang gewang).

Sambil melakukan penanganan darurat, dia berharap pemerintah memikirkan penanganan jangka panjang karena tidak mungkin masyarakat diberi bantuan pangan untuk selamanya.(iki)

Komentar ANDA?