Pemuda Lintas Agama Wangatoa Gelar Aksi Kebangsaan

0
379
Foto: Aksi seribu lilin yang digelar pemuda lintas agama di Paroki Kristus Raja Wangatoa, Lewoleba, Lembata, Minggu, 03 Juni 2018 malam

NTTsatu.com – LEWOLEBA – Diawali dengan pembacaan teks Pancasila, acara aksi seribu lilin cinta damai, anti teroris dan berita palsu (hoax) mulai digelar. Para tokoh agama dari lima agama berada di deretan depan. Juga, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Lembata H. Isak Sulaiman.

Mengisi acara sembari menunggu kedatangan para pemuda dari.agama Islam yang harus buka puasa, para pemuda GMIT Solavide dan Bethel Rock Ministry menyanyikan sejumlah lagu. Juga, lagu Halleluya oleh anak Sekami dan Sekar Paroki Kristus Raja Wangatoa. Tak ketinggalan pembacaan puisi bernafaskan PANCASILA dibacakan. Musikalisasi puisi oleh Yota Kotan dan kawan-kawan mengisi panggung sederhana di halaman gereja Kristus Raja Wangatoa.

Lagu yang mereka gubah sendiri itu diberi judul Nusantara dan puisi berjudul Retoris Untuk Teroris.

Sebelum acara puncak, dikumandangkan lagu Gugur Bunga saat dilakukan hening cipta yang dipimpin Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Yakobus Kia.

Acara dilanjutkan dengan pembakaran lilin yang membentuk gambar Garuda Pancasila oleh para tokoh agama dan seluruh umat yang hadir. Musik dan lagu qasidah yang dipersembahkan Remaja Mesjid dengan judul Perdamaian membuat suasana meriah. Tepukan tangan membahana saat mereka mulai menyanyi.

Isak Sulaiman saat menyampaikan sambutannya mengatakan mau belajar keberagaman ada di Wangatoa. Terima kasih untuk para pemuda lintas agama yang menginisiasi kegiatan kerukunan di tengah degradasi, desintegrasi yang terjadi saat ini.

Agama mengajarkan cinta kasih dan rahmat dari Allah yang harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita menjadi rahmat di tanah-tanah tandus. Mari menjaga persaudaraan sejati.

“Kita tetap Indonesia, kita tetap NTT, kita Lembata. Kegiatan ini menjadi awal membangun dialog bersama untuk hal yang lebih besar. Sementara tokoh muslim, mengatakan kita tidak boleh terpengaruh dengan semua berita yang memecah belah persatuan. Jadikan Wangatoa Selandoro laboratorium kerukunan,” ujarnya.

Soal toleransi juga disampaikan tokoh agama Katolik dan Pendeta dari Gereja Bethel.

“Toleransi perlu kita jaga sebab Lembata ini majemuk. Toleransi juga tidak hanya sebatas bicara tetapi harus masuk dalam kehidupan. Untuk generasi muda teruslah membangun semangat untuk membuat sesuatu yang lebih besar bagi Indonesia,” ujarnya.

Tokoh Agama Budha, menekankan Bhineka Tunggal Ika yang tertulis pada Garuda Pancasila mengingatkan kita untuk selalu menjaga toleransi. Usai pernyataan para tokoh agama, dilakukan deklarasi keberagaman oleh para pemuda lintas agama.

Sementara Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, Rm Wens Herin dalam kata tutupnya mengatakan langkah yang sudah dilakukan pendahulu. Dan malam ini menjadi langkah bersama untuk merajut kebersamaan. Apresiasi untuk gagasan besar dari para pemuda lintas agama di Wangatoa. (fince bataona/ sie komsos PKRW)

Komentar ANDA?