Penantian 32 Tahun, Warga Pulau Ende Nikmati Listrik 24 Jam

0
253
Foto: GM PT PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur (batik) bersama Bupati Ende, Marsel Petu (sebelah kiri) saat pengresmian listrik 24 jam di Pulau Ende

KUPANG. NTTsatu.com  – Warga Pulau Ende yang masuk wilayah Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, akhirnya bisa menikmati layanan listrik sehari penuh atau 24 jam.

Penantian selama 32 tahun itu terwujud saat General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur dan Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W Petu, menekan tombol sirene menandai beroperasinya pelayanan listrik sepanjang 24 jam di Pulau Ende, Kamis malam, 28 April 2016.

Acara peresmian pelayanan listrik 24 jam di alun-alun juga dihadiri Wakil Bupati Ende, Drs.Haji Djafar Achmad, Camat Pulau Ende, Usman Husen, Manajer SDM PLN NTT, Lucas Chriswantara, Manajer PLN Area Flores Bagian Barat (FBB), Kuswantono, Manajer PLN Sub Rayon Ndoriwoy (Pulau Ende), Satrio Patigolo Bethan. Juga para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh Agama di Pulau Ende.

Pulau Ende yang  berjarak 60 menit berlayar menggunakan kapal motor dari Ende, ibukota Kabupaten Ende  di Pulau Flores. Pulau Ende dihuni sebanyak 2.317 kepala keluarga, atau 8.222 jiwa yang tersebar di tujuh desa.

Prosesi penyalaan listrik 24 jam berlangsung meriah. Bupati Ende dan GM PLN NTT dan rombongan disambut di dermaga, kemudian berjalan menuju pendopo alun-alun dengan berjalan kaki dipandu drum band dari siswa SLTP di Pulau Ende.

Bupati Ende Ir. Marselinus Y.W Petu mengatakan ‎pencanangan listrik 24 jam di Kecamatan Pulau Ende merupakan salah satu upaya pengembangan pembangunan kelistrikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bekerja sama dengan manajemen PLN Area FBB. Program kelistrikan merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah selain jalan dan air minum bersih atau lebih dikenal dengan singkatan JAL (Jalan,Air dan Listrik).

Bupati mengharapkan masyarakat khususnya pelanggan memanfaatkan secara baik listrik yang sudah nyala 24 jama untuk peningkatan usaha ekonomi rumah tangga. Berbagai usaha dapat dikembangkan oleh masyarakat, misalnya nelayan bisa membuat es batu untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya.

Sementara itu General Manager PLN NTT, Richard Safkaur memuji pelanggan listrik di Sub Rayon Ndoriwoy, di Kecamatan Pulau Ende yang semuanya sudah menggunakan listrik pintar atau listrik prabayar.

Richard Safkaur mengatakan warga Pulau Ende sudah menikmati listrik sejak tahun 1984, meski baru 12 jam dan baru 32 tahun kemudian bisa menyala 24 jam. Tetapi warga Pulau Ende harus bersyukur karena hingga saat ini masih banyak daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sudah 70 tahun lebih Indonesia merdeka belum nikmati listrik.

“Karena itu, manfaatkan listrik secara baik dan bijak, seperti  moto PLN ‘listrik untuk kehidupan yang lebih baik’. Gunakan listrik untuk kegiatan-kegiatan produktif dan tetap menggunakan dengan berhemat,” ujar Safkaur yang sudah dua kali mengunjungi Pulau Ende.

Dalam kesempatan yang sama, Richard Safkaur menyerahkan bantuan peralatan olahraga sepakbola dan bolavoli dan bantuan bina lingkungan renovasi pendopo senilai Rp 35 juta, yang diterima oleh Camat Pulau Ende, Usman Husen.

Menurut Manajer PLN Sub Rayon Ndoriwoy, Satrio Patigolo Bethan, sebelum beroperasi 24 jam, PLN melakukan ujicoba nyala bertahap dari 12 jam menjadi 16 jam, 18 jam dan 19 jam mulai jam 17.00 hingga 13:00. Dalam ujicoba 24 jam, dari daya mampu pembangkit sebesar 420 kilo watt (KW) terukur pelanggan listrik Pulau Ende sebesar 1.634 pelanggan mengkonsumsi listrik sebesar 110 KW pada siang hari dan 270 KW pada malam hari.

Rincian pelanggan terbanyak adalah segmen rumah tangga (RT) 1,591 pelanggan, Sosial 29 pelanggan, publik 10 pelanggan dan Bisnis sebanyak empat pelanggan. Menurut daya pelanggan sebanyak 1.409 pelanggan memakai daya 450 VA, 189 pelanggan 900 VA, 29 pelanggan 1300 VA, lima pelanggan 2200 VA dan masing-masing satu pelanggan memakai daya 3500 VA dan 16.500 VA. (Humas PT PLN Wlayah NTT)

Komentar ANDA?