Pencemaran Nama Baik Saja Kenapa Harus ke Mabes Polri

0
171
Foto: Petrus Bala Pattyona. kuasa hukum Ketua FP2L, Alex Murin

KUPANG. NTTsatu.com – Petrus Bala Pattyona selaku kuasa hukum, Ketua Forum Penyelamat Lewotanah Lembata (FP2L), Alex Murin merasa heran. Kasus pencemaran nama baik bupati Lembata yang diduga dilakukan Alex Murin kok bisa dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

“Kenapa bukan di Polres Lembata saja?. Kasus kecil ini kok dibawah sampai ke Bareskrim Maes Polri. Tapi tidak apa-ap kita ladeni saja,” kata Petrus Bala Pattyona yang menghubungi NTTsatu.com dari Jakarta ke Kupang, Sabtu, 06 Agustus 2016 pagi.

Petrus mengatakan, Alex melapor ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan ijazah palsu Eliazer Yentji Sunur itu benar, karena data yang dikantonginya berasal dari Kemenristek dan Dikti serta Kopertis III. Dan ini kasusnya besar karena diduga melibatkan Sebuah Perguruan Tinggi di Jakarta yakni Universitas Krisnadwipayana.

Data-data yang diberikan Kemenristek dan Dikti itu kata Petrus akan dibuka semuanya ketika Bareskrim Polri memeroses kasus ini. Alex tidak mungkin melaporkan kasus dugaan ijazah palsu itu ke pihak penegak hukum jika tidak ada bukti.

“Tapi anehnya, Polda NTT yang menangani kasus ini kemudian mengeluarkan SP2H yang mengarah ke SP3. Saya menilai itu juga baik dan kini Yentji lapor Alex lagi menjadi sebuah kesempatan untuk membuka semuanya biar jelas. Kita memiliki bukti-bukti yang sangat kuat. Jadi kita tunggu saja kapan Polisi panggil Alex untuk diperiksa, saya pasti akan damping dia ,” tegasnya.

Sebelumnya, Alex Murin, ketua Forum Peduli Lewotanah Lembata (FP2L) yang dilaporkan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur ke Bareskrim Polri beberaa waktu lalu mengakui, pihaknya hingga saat ini belum menerima surat panggilan dari kepolisian untuk diperiksa terkait laporan itu.

“Sampai saat ini saya belum menerima panggilan Polisi untuk memberikan keterangan terkait laporan Bupati Lembata tersebut. Kalau sudah ada panggilan pasti saya akan siap penuhi panggilan tersebut,” kata Alex Murin yang dihubungi NTTsatu.com, Jumat, 05 Juli 2016. (bp)

Komentar ANDA?