Pendapatan Masyarakat Masih Didominasi Sektor Agraris

0
187

KUPANG. NTTsatu.com – Selama ini pendapatan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) masih didominasi sektor agraris dan sektor informal sehingga sulit berkembang dengan baik. Hal ini semakin diperparah dengan belum adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangan potensi yang ada di daerah ini

Hal ini ditegaskan Guru Besar Pajau FISIP Univesitas Indonesia Prof. Gunadi. Dalam Seminar Nasional dengan tema “Strategi Pengembangan Potensi Daerah” bertempat di Hotel Aston Kupang, Jumad, 12 Juni 2015. Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana Kupang.

Prof Gunardi yang tampil dengan materi tentang Potensi dan Realisasi penerimaan pajak NTT mengatakan, potensi NTT tinggi akan tetapi tax rationya rendah. Hal ini disebabkan oleh pendapatan masyarakat didominasi oleh sektor agraris dan sektor informal. Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah belum adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Jiwa wirausaha sudah ada tapi masyarakat kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan industri kecil masyarakat. UKM kecil juga harus membayar pajak ” ungkap Gunadi.

Sementara Mantan Dekan FEB Universitas Brawijaya Malang,Gugus Irianto SE, MSA.Ph.D, memaparkan materi tentang peran klaster industri berbasis UMKM dalam mendukung daya saing daerah mengatakan, manfaat klaster bagi perekonomian wilayah yakni menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, peningkatan pendapatan wilayah. Produktivitas tinggi – potensi membayar upah lebih baik – kesejahteraan masyarakat meningkat.

Dikatakannya, Nusa Tenggara Timur kaya akan potensi daerah. Salah satunya adalah tenun ikat. Jumlah pengerajin tenun ikat jumlahnya tinggi akan tetapi kebijakan untuk menunjang dan menyerap sangat rendah dengan melihat realita saat ini yakni masih minimnya keinginan masyarakat NTT dalam mengembangkan potensi daerah. Hal ini merupakan anomali yang harus kita pertimbangkan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Drs Pius Bumi Kellen. MM ketika membuka Seminar Nasional itu mengatakan, pemerintah provinsi diharapkan agar terus mempertahankan budaya memakai baju tenun ikat pada hari Kamis dan Jumad. Hal ini merupakan salah satu upaya pengembangan potensi di daerah” tambah Pius Kellen.

Pius juga berharap agar pihak akademik, dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana tidak berhenti pada seminar hari ini tetapi kedepanya mencari celah untuk menidaklanjuti dengan cara mengkaji dan meneliti sejauh mana pengklasteran dan pertanyaan dasar dalam penelitian yang baik adalah bagaimana hubungan administrasi perpajakan dengan pendapatan/ penerimaan daerah.

Selanjutnya , Ketua Panitia Seminar nasional, Chiristien C.P. Foenay .ST.SE. MM, mengatakan, tujuan dari seminar nasional ini adalah untuk memperkuat pemahaman tentang optimalisasi potensi daerah untuk pembangunan NTT pada sektor perikanan, kelautan, perindustrian, UKM, pariwisata dan perpajakan. Tema besar Dies Natalis pada 13 juni 2015 mendatang yakni” FEB-Udana Membangun Negeri” memiliki makna bahwa dari komunitas pendidikan yang kecil FEB-Undana bermetamorfosis untuk membangun negri yaitu Provinsi NTT yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan yakni pengabdian pada masyarakat Amarasi dan aksi sosial pembersihan pantai.

Seminar ini dihadiri oleh Kepala Biro Kesra Provinsi NTT, Bartol Badar, sekretaris Bappeda Provinsi NTT, Petrus Kosa. Selain itu 3 (tiga) narasumber yakni Prof. Gunadi, Guru besar Pajau Fisip UI, Mantan Dekan FEB Brawijaya, Gugus Irianto SE, MSA.Ph.D, Kabag.Program DitJen IKM Kementrian Perindustrian Ir. Dody Widodo. M.Si, Para Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, , Para tamu undangan dari lingkungan pemerintah, perbankan, pengusaha, para akademisi kalangan akademisi dari Undana dan perguruan tinggi di Kota Kupang, utusan organisasi masyarakat dan mahasiswa/i Undana. (ayu)

Komentar ANDA?