Pendidik Kritis, Pembela Kemanusiaan, Pejuang Ekologi Handal Telah Dijemput Saudari Maut Depok

0
732

NTTsatu.com — JAKARTA — Dosen Teologi Moral STF Driyarkara dan Unika Atmajaya Jakarta, Pastor Petrus Canisius Aman, OFM menghembuskan nafas terakhir di RS. Panti Rapih Yogyakarta, Jumat ( 15 Desember 2020). Pastor yang sering disapa Peter Aman ini selama setahun ini menderita stroke dan sempat menjalani perawatan di RS. Carolus, Jakarta, RS Elisabeth Semarang.

Sesuai dengan keterangan dokter yang merawatnya, Pastor Peter menderita Broncopnemon, mengarah pada suspect covid 19, riwayat stroke dan hipertensi maka prosesi pemakaman dilakukan sesuai protocol kesehatan. Karena itu Minister Provinsi OFM bersama dewan memutuskan melakukan kremasi jenazah peter Aman kemudian abu jenazah dibawah ke Novisiat Trinsatus Depok lalu dilakukan pemakaman di Kalimulya Depok, Jawa Barat.

Misa Requem P. Peter Aman OFM dilakkukan di gereja Katolik St Paulus Depok, Jumat ( 18 Desember 2020) dipimpin Provinsial OFM Indonesia, P. Mikael Peruhe OFM diikuti sebagian besar umat secara online.

Mengawali kotbah, Pastor M. Peruhe menceritakan awal sakitnya pater Peter. Mula-mula dirawat di RS Carlous Jakarta. Mikael mengisahkan setelah mengikuti sidang di Roma, saat itu ia langsung mengunjungi pastor kelahiran, Lambaleda, Manggarai, Flores ini sambil memberikan peneguhan dan kekuatan.

Selanjutnya pada bulan Juli 2020, setelah memastikan RS Elizabet Semarang, pastor Peter menjalani perawatan di sana. Pastr Peter mengalami kesembuhan berangsur – angsur, sambil menjalani pengobatan lain untuk memastikan kesembuhannya. Ia menetap di paringan , Yogyakarta sambil menjalani terapi di RS. Panti Rapih.

Pada 15 Desember 2020 Ps Peter Aman dibawa ke rumah sakit Panti Rapih karena mengalami sesak nafas. Namun kenyataan lain dihadapi sekitar pkl 20.55 pastor yang dikenal pembela kemanusiaan itu telah dijemput saudari maut, atau menghadap sang Khalik, pemilik kehidupan.

Mikael Peruhe mengatakan sosok Pater Aman adalah pribadi penuh cinta, penuh perhatian, penuh kekuatan dan selalu memiliki komitmen kuat. Di mata sahabat fransiskan (OFM) ia adalah dosen yang rendah hati, peduli kemanusiaan dan pegiat ekologi yang handal.

“Peter Aman adalah formatur tegas, penuh kasih, peduli sabar kepada orang muda yang dibimbingnya. Ia memiliki ide cemerlang , gagasan tindakan praktis dan gerakan persaudaraan OFM Indonesia,’’ kata Mikael Peruhe.

Dikatakan, Pater Aman selalu komitmen pada keadilan dan perdamaian, keutuhan ciptaan. Hal ini terbukti keberpihakannya kepada masyarakat kecil, yang menjadi korban kebijakan pertambangan praktik ketidakan di Lembata, Manggarai dan sejumlah tempat di NTT.

Dia tidak hanya memiliki gagasan tapi terjun langsung ke lapangan selalu bersama proses advokasi, melakukan konsultasi, mediasi dan dialog membela orang-orang kecil dari praktik ketidakadilan, menyelamatkan alam yang rusak oleh pengusaha tambang.

Berpulangnya Peter Aman ke rumah keabadian meninggalkan duka mendalam bagi seluruh umat yang pernah dilayani. Melalui sosial media, kata Mikeal Peruhe OFM ucapan belangsungkawa kepada Peter Aman yang dikenal sederhana dan bersahaja.

Alex Aur Apelaby, seorang yang mengenal dekat memposting kegiatan bersama Peter Aman OFM pada November lalu dalam suatu workshop Relawan KKP KWI dan Aman sebagai nara sumber. Ia berharap teladan dan semangat P Aman bisa menjadi insiprasi bagi siapa pun yang pernah dilayani di bidang pendidikan.

Setelah misa Requem abu jenazah Peter Aman OFM dibawa ke Kalimulya Depok Jawa Barat untuk dimakamkan bersama dengan imam fransiskan lain yang telah mendahuinya. Selamat jalan P Aman, semiga menjadi pendoa bagi kami semua.  (ķrm/bp)

Komentar ANDA?