Pengecer Bensin Masih Merajalela di Kota Ruteng

0
298

RUTENG. NTTsatu.com – Para pengecer bensin di kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai masih merajalela dengan menjual bensin eceran di sekitar pusat dan pinggiran kota meskipun sudah dilakukan penertiban oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Walaupun semakin diperketat, namun para pengbecer tidak perdulia karena usaha ini sudah  memberikan keuntungan  bagi kehidupan ekonomi keluarga dan bahkan sudah menjadi sandaran hidup.

Pantauan NTTSatu.com , Kamis (4/2/2016), memasuki SPBU Carep, Kelurahan Carep Kecamatan Langke Rembong bagian timur  masuk Kota Ruteng, begitu banyak barisan pengecer bensin menjajakan jualan yang diisi dalam botol plastik bekas air mineral dengan kisaran harga  yang lebih tinggi dari harga BBM di SPBU.

Kondisi yang sama juga terlihat di wilayah sekitar   SPBU Mbaumuku, Kelurahan Mabaumuku bagian utara Kota dan SPBU Mena Kelurahan Wali bagian Barat Kota Ruteng. Pemandangan yang sama juga tidak luput dari jantung Ruteng dan tempat-tempat strategis lainnya di Kota Ruteng.

Seorang pengecer bensin yang tidak mau namanya dimediakan kepada NTTSatu.com, Kamis (4/2/2016) mengatakan, usaha menjual bensin di pinggir jalan sudah menjadi tumpuan hidupnya dalam dua tahun ini. Hasl dari usaha itu dipergunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Hidup kita selama ini hanya berharap pada keuntungan jual bensin. Usaha ini juga bisa kami pergunakan untuk membiayai pendidikan anak-anak,” katanya.

Dikatakanya, harga bensin satu botol dalam ukuran besar  yang ndibeli dengan harga Rp 9.000 dijual senilai Rp 20 ribu  sehingga keuntungan  mencapai lebih dari 100 persen. Sementara untuk botol yang dibeli dengan harga Rp 6.000 dijual senilai Rp 10 ribu.

“Keuntungan dari penjualan bensin lumayan untuk bisa menghidupi keluarga saya ‘’ katanya.

Dia mengatakan dalam sehari bensin laku minimal 10 Botol sehingga keuntungan rata-rata setiap hari Rp.100 ribu. Namun terkadang juga sepi dirinya hanya memproleh keuntungan Rp. 50 ribu.

Ino Emauel, seorang tukang ojek asal kampung Tenda Kelurahan Tenda ketika dimintai pendapatnya  terkait hal ini mengatakan, SPBU sering kehabisan bensin mungkin karena hadirnya pengecer yang sering memborong bahan bakar sehingga stok habis di SPBU.

Namun dia mengakui, ketika SPBU kehabisan stok minyak, mereka terbantu dengan hadirnya pengecer bensin itu. “Kadang juga kalau bensin habis di SPBU kita terbantu dengan hadrinya para pengecer bensin,” kata Ino.

Sementara Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Manggarai Frans Kakang yang dihubungi melalui teleponpengatakan, penertibatan para pengecer bensin ini sudah sangat sering dilakukan dengan berkordinasi dengan Satuan Pol PP lebih khusus penertiban di Kota Ruteng tetapi hal ini masih saja terjadi.

Selain itu katanya, pihak Dinas  juga selalu memperketat penertiban rekomendasi untuk kebutuhan khusus sesuai peraturan Bupati yang berlaku. (Hironimus Dale)

=====

Keterangan Foto : Pengecer bensin di wilayah sekitar SPBU Carep

 

Komentar ANDA?