Pengidap HIV Sudah Bisa Hidup Lebih Lama

0
242

NTTSatu.com – Saat divonis terinfeksi HIV, kebanyakan orang akan merasa hidupnya sudah berakhir karena mereka tidak akan hidup lebih lama lagi. Namun ternyata sebuah studi internasional baru menemukan, orang dengan HIV rata-rata bisa hidup lebih lama dari yang dipikirkan sebelumnya. Laju kematian orang dengan HIV positif di Australia, Eropa, dan Amerika Serikat menurun 28 persen sejak tahun 1999.

Kematian akibat AIDS menurun lebih dari sepertiganya di antara orang dewasa dengan HIV positif. Sementara itu, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, menurun dua pertiganya, dan kematian dari penyakit hati menurun hampir setengahnya. Meski begitu, kematian akibat kanker lajunya masih stabil.

Ketua studi Colette Smith yang juga staf pengajar biostatistik di University College London, mengatakan, hasil ini memastikan kembali bahwa laju kematian pada pengidap dengan HIV positif terus menurun.

Obat antiretroviral (ARV) yang dulu cenderung bertujuan untuk mengurangi kematian akibat HIV, kini semakin bergeser untuk mencegah penyakit kronik. Hal ini secara khusus sudah mulai terjadi di negara-negara maju yang akses terhadap obat-obatan tersebut sangat baik.

“Sayangnya, sejauh ini kami belum menemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV, sehingga orang dengan HIV positif harus minum obat ARV seumur hidupnya,” ujar Smith.

Peneliti juga belum yakin efek samping yang dihasilkan dari konsumsi obat ARV selama puluhan tahun. Karena itu, mereka harus terus mendata akibat kematian pengidap HIV positif untuk menemukan jawabannya.

Sejauh ini, dari negara yang menjadi sampel dari studi, lebih banyak orang dengan HIV positif yang meninggal karena penyakit non-AIDS, seperti penyakit hati, jantung, dan kanker. Namun belum dapat dipastikan apakah itu karena efek samping obat ARV atau bukan.

“Pasalnya, faktor gaya hidup juga berperan untuk meningkatkan risiko tersebut. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, umum dilakukan orang dengan HIV positif. Selain itu, infeksi HIV sendiri juga meningkatkan risiko penyakit,” tandas Smith. (kompas.com)

Komentar ANDA?