Pengungsi Erupsi Ile Ape Ditampung di Beberapa Lokasi 

0
1053
Nttsatu.com — LEMBATA — Gunung api Ile Ape atau Ile Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur hari ini kembali mengalami erupsi disertai material kerikil, pasir dan abu vulkanik. Dikabarkan hari ini, Minggu 29 November 2020 terjadi pengungsian ke Lewoleba juga beberapa lokasi lainnya.
Juga dikabarkan kalau Bupati Lembata, Eliaser Jantje Sunur memimpin langsung penanganan dan evakuasi warga dari dua kecamatan tersebut yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Bupati yang sempat dikonfirmasi mengatakan, ini kedaruratan maka ditangani evakuasi secara serentak dan dipusatkan dulu semua warga disini, di zona aman.
‘Kita siapkan enam titik penampungan, dan sedang disiapkan beberpa yang lain. Yang penting dievakuasi dulu, dan ditangani,” kata Bupati Sunur di lokasi penampungan warga di Lewoleba.

Dijelaskan Bupati Sunur, petugas sedang melakukan identivikasi dan mendata untuk dibakikan dalam klister-klaster.

Sementara informasi yang diterima, pengungsi dari Ile Ape   ada yang diangkut dengan perahu motor ke wilayah Lebatukan. Semuanya telah diperhatikan dengan baik.

Informasi lain  yang dihimpun media ini, saat ini aktifitas erupsi sudah redah, namun sebagian besar warga desa dari dua kecamatan yang berada di lereng gunung memilih mengungsi ke Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata.

Warga memilih untuk mengungsi karena khawatir masih terjadi letusan gunung yang membahayakan keselamatan warga. Warga dua kecamatan yang mengungsi, selain menggunakan kendaraan jemputan dari Pemkab Lembata, ada yang menggunakan kendaraan pribadi.

Di lokasi pengungsian yang disiapkan oleh BPBD Lembata, tampak Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur memantau para pengungsi di dalam tenda pengungsian di halaman Kantor perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata tampak berdialog dengan warga pengungsian yang baru menempati tenda pengungsian yang disiapkan tim BPBD tersebut.

Selain menempati tenda pengungsian, sebagian warga yang mengungsi juga menempati bagian dalam Kantor Perpusatakaan Daerah. Sebagian pengungsian juga menempati Gedung Kantor Bupati lama. (*/bp)

Komentar ANDA?