Penjabat Bupati Lembata Kecewa Gedung Pasar Pada Mubasir

0
320

NTTSATU.COM — LEMBATA — Untuk kedua kalinya, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa  kecewa mendapati gedung pasar yang dibangun pemerintah pusat mubasir atau tak ditempati pedagang hingga saat ini.

Kekecewaan mantan Kepala Inspektorat Provinsi NTT ini diungkapkannya saat meninjau gedung Pasar Pada di Kecamatan Nubatukan, kota Lewoleba, Selasa, 14 Februari 2023 pagi.

Marsianus tiba di lokasi pasar bersama rombongan kepala dinas lainnya dan langsung masuk ke dalam gedung senilai Rp 5 miliar yang tampak tidak terawat itu.

Kepala Dinas Koperindag Longginus Lega yang mendampingi Marsianus, mengungkapkan, para pedagang pernah menempati gedung tersebut. Tapi tidak bertahan lama karena mereka beralasan gedung itu terlalu tertutup dan pembeli bisa berkurang.

Menurut dia, gedung pasar itu dibangun sesuai prototipe dari Kementerian Perdagangan yang tidak sesuai dengan karakter pedagang di Lembata.

Kata Longginus, awalnya para pedagang dari kampung-kampung menempati gedung itu setiap hari pasar (hari Senin). Namun, mereka juga kemudian beralih keluar.

“Ini perencanaannya sudah salah. Kalau hanya mau tampung mama-mama dari kampung ya mungkin tempat ini tidak cukup. Rugi mereka tidak mau pakai tempat ini,” tandas Marsianus kesal.

Dia berujar para pedagang perlu dipaksa masuk supaya gedung itu punya asas manfaatnya. Ada pedagang yang belum punya lapak jualan bisa manfaatkan gedung itu daripada harus menggelar lapak di pinggir jalan, di bawah panas matahari.

Marsianus juga sempat berdialog dengan tiga orang pedagang rombengan. Mereka bersedia memanfaatkan gedung pasar itu asalkan ada bagian-bagian yang harus dibongkar terlebih dahulu supaya cocok dipakai untuk jualan pakaian.

Ini bukan kali pertama Marsianus kesal karena gedung mubasir di Lembata. Sebelumnya, dia juga kesal karena gedung pasar rakyat di desa Balauring juga mubasir. Tapi berkat koordinasi yang baik para pedagang di pasar Balauring akhirnya menempati gedung tersebut.

Marsianus tetap punya tekad gedung pasar Pada itu bisa dimanfaatkan oleh para pedagang supaya mereka tidak berjualan lagi di pinggir jalan atau di lapak lapak yang tidak layak.

Untuk diketahui, gedung pasar Pada dibangun sejak tahun 2018 dengan anggaran dari Dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan dan dikerjakan PT Kalimasada Zaharaa Jaya dengan nomenklatur Pembangunan Pasar Rakyat Kecamatan Nubatukan.  (*/nttsatu)

Komentar ANDA?