Penjual Parfum Keliling Ditemukan Tewas Dalam Kamar

0
213

KUPANG. NTTsatu.com – Ahmad Fatoni yang berprofesi sebagai penjual parfum keliling di Kota Kupang, Selasa (4/8) sekitar pukul 07.00 Wita, ditemukan tewas dalam kamar warung Ronggawale Tuban di RT 07 RW 03 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Korban ditemukan keluarganya yang juga berjualan di warung tersebut. Korban ditemukan dalam keadaan tidur terkelungkup didalam kamar tepatnya dilantai kamar tidurnya.

Musa Rofa sala satu keluarga korban menjelaskan malamnya sekitar pukul 00.00 Wita, korban meminta segelas kopi untuk minum dengan alasan mengantuk. Sekitar pukul 01.00 Wita, korban masih sempat keluar dari kamar untuk cerita dngan dirinya.

“Sekitar pukul 00.00 Wita, dia (korban) minta kopi untuk minum katanya mengantuk. Jam 01.00 Wita, korban masih keluar dari kamar untuk cerita, “ katanya.

Usai duduk cerita, lanjut Musa, korban masuk dalam kamar untuk tidur, namun hingga pukul 07.00 Wita, korban tidak kunjung keluar dari dalam kamarnya. Kebiasaan korban, tambahnya, korban bangun tidur pukul 06.00 Wita, namun hingga saat ini korban blum juga keluar dari dalam kamarnya.

Merasa aneh, lanjutnya, Suwito, sala satu keluarganya berniat untuk membangunkan korban, namun ketika Suwito membangunkan korban tidak juga menjawab. Ketika mendekat korban sdah tidak lagi bernyawa. Saat itu korban dalam posisi tidur tertelungkup di lantai.

“Kami kasih bangun tapi korban tidak bangun nyatanya korban sudah mati.posisi korban dalam keadaan tertelungkup di lantai, “ katanya.

Kapolsek Oebobo, AKP Benyamin NikiJulu yang ditemui dilokasi kejadian menjelaskan korban ditemukan oleh keluarga sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi di lantai dalam posisi tertelungkup.

Sesuai hasil pemeriksaan, kata Kapolsek, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga bisa dikatakan bahwa korban meninggal secara wajar.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Mungkin saja korban meninggal secara wajar, “ jelas Kapolsek.

Namun, lanjutnya, untuk memastikan kematian korban, akan dilakukan otoupsi pada jenasah korban. Namun untuk dilakukan otoupsi, butuh persetujuan dari keluarga korban.jika keluarga korban ijinkan maka kami otoupsi jika tidak maka tidak dilakukan otoupsi.

Sesuai pantauan wartawan, jenasah korban dievakuasi pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang untuk dilakukan pemerikaan lanjutan oleh pihak dokter menggunakan mobil ambulance RSB Kupang. (dem/bp)

=====

Foto: Jenasah Ahmad Fatoni ketika dievakuasi dari TKP di Kelurahan Oebobo, Selasa (4/8).

Komentar ANDA?