Penutupan Bulan Keluarga: Reformasi Dimulai Dari Cara Berpikir

0
591

KUPANG. NTTsatu.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Reformasi yang mengingatkan kaum Protestan akan aksi Bapa Gereja Martin Luther pada tahun 1517, juga harus bisa diimplementasikan dalam mereformasi kehidupan jemaat sehari-hari. Caranya sederhana, yakni melakukan pertobatan dengan mengubah cara berpikir.

Dengan mendasari khotbahnya dari Kitab Kejadian 1:27-28, Pendeta Manobe menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan tangannya sendiri sebagai pertanda bahwa manusia adalah ciptaan spesial. Allah memutuskan membentuk manusia dengan tangannya sendiri, berbeda dengan ciptaan lainnya, menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling berharga, mahal.
Allah membentuk manusia laki-laki dan manusia perempuan, adalah suatu kesatuan. Artinya manusia itu satu, harus bersatu, bersekutu, bersama-sama memuliakan Allah.

Demikian bagian dari sari khotbah Pendeta Yandy Manobe, dalam kebaktian Penutupan Bulan Keluarga Tahun 2015 GMIT Kota Kupang, Minggu, 1 November 2015. Tema Bulan Keluarga, “Keluarga Sebagai Basis Pelayanan Gereja.” Kebaktian ini disiarkan secara langsung oleh RRI Kupang.

Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari disampaikan untuk menunjukkan manusia telah melupakan dirinya sebagai ciptaan spesial, sebagai ciptaan mahal. Pola komunikasi dalam rumah tangga, antara suami-istri, antara ayah-ibu, antara orang tua dan anak. Contoh-contoh kongkrit yang menelanjangi praktek-praktek dalam kehidupan rumah tangga, disampaikan dengan secara jenaka, sehingga jemaat sekitar 1000 orang yang memenuhi halaman depan gedung kebaktian GMIT Kota Kupang, tertawa terpingkal-pingkal.

Untuk mereformasi atau mengubah perilaku yang salah dalam rumah tangga, Pendeta Yandy Manobe meminta, jemaat harus mengawalinya dengan mereformasi cara berpikir. Caranya, setiap manusia harus menyadari sesamanya adalah ciptaan yang mahal dan spesial, karena itu memperlakukan sesama, teristimewa orang-orang yang dicintai, dengan perlakuan istimewa. Perlakuan istimewa itu adalah perlakukan dengan penuh cinta kasih, dan tidak boleh berubah.

Kebaktian ini merupakan kebaktian pengganti kebaktian utama III jam 16.00 Wita dan kebaktian utama IV jam 18.00 Wita, yang disatukan menjadi sekali kebaktian mulai jam 17.00 Wita dan dilaksanakan dengan liturgi metode kebaktian penyegaran iman. Kebaktian ini juga sekaligus menjadi perayaan HUT Reformasi ke- 498 dan HUT GMIT ke- 68.

Dalam kebaktian itu juga dimeriahkan dengan kelompok peniup terompat dari Camplong, yang tampil membawakan beberapa lagu. Juga Paduan Suara Gabungan GMIT Kota Kupang, Paduan Suara Anak GMIT Kota Kupang, Paduan Suara Akwila, dan Paduan Suara pimpinan Pendeta Lewi.

Di awal kebaktian, Ketua Panitia Bulan Keluarga GMIT Kota Kupang, Penatua Israel Yalla, menyampaikan selama sebulan penuh Majelis Jemaat, Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP), Ketua Rayon, terbagi dalam lima tim, setiap hari melakukan perkunjungan ke rumah-rumah jemaat sesuai jadwal menurut Rayon.

Dalam kunjungan itu setiap Tim Perkunjungan dudampingi seorang pendeta, dan anggota Majelis Jemaat Harian. Seluruh Rayon telah dikunjungi, kecuali Rayon 8 masih menyisakan wilayah yang belum dikunjungi karenaa sesuatu halangan. Israel Yalla juga berterima kasih kepada tim dekorasi gereja, properti pakaian adat yang digunakan dalam setiap kebaktian minggu bernuansa etnis.

Sementara Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Kupang, Pendeta Petronela Hirepadja Loy Bhoga, dalam sambutan penutupan menyampaikan terima kasih kepada semua unsur Panitia Bulan Keluarga, Majelis Jemaat Harian, Ketua Rayon, Majelis Jemaat Wilayah, Ketua UPP, dan seluruh jemaat. Kerja sama dan persekutuan semua unsur itulah yang menjadikan pelaksanaan bulan keluarga tahun 2015 berjalan baik, terutama panitia yang mempersiapkan dekorasi setiap kebaktian minggu yang berganti-ganti setiap minggu sesuai dengan etnis yang sudah ditetapkan.

Akhir dari seluruh rangkaian liturgi kebaktian ditandai dengan santap malam bersama, saling dan bersalaman. Santap malam disediakan di sejumlah meja di halaman gereja, sehingga memudahkan jemaat mengikuti santap malam bersama. (***/bp)
=====
Foto: Kebaktian Penutupan Bulan Keluarga di Gereja Kota Kupang

Komentar ANDA?