Penyelundupan Amonium Nitrat dari Malaysia menuju Kupang Berhasil Digagalkan

0
200
Foto: Pemerintah gagalkan penyelundupan.

NTTsatu.com – Jakarta –  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Ditjen Bea Cukai, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan sinergi dan berhasil menggagalkan penyelundupan 57.725 kg Amonium Nitrat dari Sadeli Malaysia menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur yang diangkut dengan  KM Ridho Ilahi.

Setidaknya ada tiga tiga  kasus penyelundupan besar selain ke Kupang, ada juga penyelundupan 166.475 kilogram (kg) Amonium Nitrat dengan kisaran nilai barang sebesar Rp 24,97 miliar.

“Penyelundupan dilakukan oleh kapal KM Harapan Kita sebesar 51.250 kg Amonium Nitrat dari Pasir Gudang Malaysia menuju Sulawesi. Serta KM Hikmah Jaya yang mengangkut 57.500 Amionium Nitrat dari Malaysia tujuan Pulau Raja,” kata Direktur Jenderal Pajak Heru Pambudi dalam konferensi pers di Terminal Kalibaru, Jakarta, Selasa (13/9)

Kedua, pemerintah menggagalkan penyelundupan 1 kontainer Frozen Squid (cumi beku) dari China dan 10 kontainer Frozen Pacific Mackarel dari Jepang. “Potensi Kerugian negara dari penyelundupan ini ditaksir mencapai Rp 3 miliar,” ucapnya.

Ketiga, Lanjut Heru, adalah penyelundupan ekspor 71.250 ekor bibit lobster di Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 8 September 2016. Potensi kerugian negara dari kasus ini ditaksir mencapai Rp 2,85 milliar.

“Selanjutnya, barang bukti akan dilepasliarkan ke habitat aslinya berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani bersyukur Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Polri berhasil menghentikan kasus penyelundupan ini terutama Amonium Nitrat. Sebab, bahan kimia tersebut kerap digunakan sebagai bahan peledak untuk menangkap ikan.

“Kami berterima kasih kepada Kapolri dan jajarannya serta Ditjen Bea Cukai berhasil menghentikan penyelundupan bahan peledak yang kerap merusak karang. Sebab ini sudah luar biasa, 32 persen karang kita rusak,” ungkapnya.

“Kita juga terima kasih atas penyelundupan lainnya. Kita berharap penyelundupan lainnya bisa dihentikan, karena pak presiden Joko Widodo mengatakan kasus seperti ini masih banyak di pelabuhan lain,” pungkasnya. (merdeka.com)

Komentar ANDA?