PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA, GOTONG ROYONG MEMBANGUN PERADABAN DAN PERTUMBUHAN GLOBAL

0
456

NTTSATU.COM — JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila yang diikuti seluruh pegawai OJK di Kantor Pusat di Jakarta secara hybrid. Upacara Harlah Pancasila juga digelar di semua Kantor Regional dan Kantor OJK di daerah secara fisik.

Upacara di Kantor Pusat dilaksanakan di halaman Gedung Soemitro Djojohadikusomo Kompleks Kementerian Keuangan Jakarta, dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Dalam pidatonya, Mirza mengatakan peringatan Harlah Pancasila dengan tema “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”, memuat pesan penting untuk selalu mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila, terutama semangat gotong royong, guna mewujudkan kemajuan bangsa dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya OJK sebagai regulator dalam sektor jasa keuangan memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, OJK memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kebijakan yang progresif dan adaptif agar dapat merespons perubahan pasar dengan cepat, melakukan inovasi, melindungi kepentingan konsumen, serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Keberadaan OJK sebagai regulator yang proaktif dan kolaboratif diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan memberikan dorongan bagi industri jasa keuangan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi,” kata Mirza.

Lebih lanjut Mirza juga menyampaikan bahwa transformasi OJK baik dari segi organisasi maupun kualitas SDM diharapkan dapat mewujudkan OJK sebagai organisasi lebih agile, memiliki kapasitas pengetahuan yang mumpuni, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui pengembangan kompetensi SDM Insan OJK yang berkelanjutan, OJK diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun peradaban dan pertumbuhan global terutama di sektor jasa keuangan.

Menutup pidatonya, Mirza mengutip pesan dari Bung Karno: “Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok mana pun, juga agama, atau kelompok etnis mana pun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!,” kata Mirza.  ***

Komentar ANDA?