Perjuangan Berhasil: SIG Kopi Manggarai Akhirnya Diluncurkan

0
549
Foto: Kopi Manggarai akhirnya berhasil mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografi Kopi Arabika Flores Manggarai (SIG - KAFM)

NTTsatu.com – RUTENG – Kamis, 31 Mei 2018 kemarin, Sertifikat Indikasi Geografi Kopi Arabika Flores Manggarai (SIG – KAFM) di-launching di halaman Kantor Bupati Manggarai. Pemerintah tiga kabupaten yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur melaksanakan kegiatan tersebut, menyusul diterimanya SIG – KAFM beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH, MH pada acara tersebut menyampaikan harapannya agar dengan pengakuan indikasi geografis ini, semua pihak di tiga Kabupaten sama-sama berupaya meningkatkan produksi kopi arabika Flores Manggarai untuk memenuhi permintaan pasar.

“Seluruh stake holder terus memperkuat prosesnya dari hulu ke hilir sehingga tidak hanya kuantitas, tetapi terutama kualitas terbaik akan terwujud,” tutur Bupati Deno Kamelus.

Selain itu dirinya juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas pegiat kopi di wilayah Manggarai.

“Mekanisme perdagangan yang transparan, pemanfaatan tools teknologi informasi, peningkatan kapasitas petani, “penciptaan kebutuhan” akan kopi Manggarai oleh pasar yang luas menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya di hadapan ratusan peserta launching, yang terdiri dari utusan Kemenkumham, Kemendagri, pihak VECO Indonesia, masyarakat sertifikat indikasi geografis, para petani dan sejumlah undangan lainnya.

Raihan sertifikat indikasi geografis ini telah melalui proses yang cukup panjang. Berikut ringkasan perjalanannya.

Tahun 2015, Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Kopi menobatkan kopi Manggarai Timur sebagai salah satu kopi dengan citarasa terbaik di Indonesia. Melalui penelitian setelahnya, ditemukan bahwa citarasa khas tersebut tidak hanya ada di Kabupaten Manggarai Timur, tetapi di seluruh wilayah Manggarai (Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat).

Pada tahun itu, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai (MPIG KAFM) mengajukan berkas permohonan Sertikasi Indikasi Geografis kepada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Berbagai persyaratan yang harus dilengkapi pada proses permohonan tersebut di antaranya: keberadaan kelompok tani kopi, topografi, kondisi iklim dan curah hujan, suhu dan kelembaban, dan lain-lain. Proses tersebut memakan waktu hampir tiga tahun.

Tanggal 26 April 2018, Kopi Arabika Flores Manggarai akhirnya ditetapkan sebagai penerima Sertifikat Indikasi Geografis KAFM menjadi salah satu produk kopi dari 22 produk yang berasal dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia yang mendapatkan perlindungan indikasi geografis.

Pengakuan indikasi geografis tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Barat, dan Bupati Manggarai Timur.

Sertifikasi indikasi geografis tersebut membuat kopi arabika Flores Manggarai dapat diekspor dengan menggunakan nama sendiri setelah sebelumnya diekspor di bawah brand Kopi Arabika Flores Bajawa yang sudah mendapat sertifikat indikasi geografis pada tahun 2012. Kopi Manggarai sendiri juga dikenal dengan sebutan kopi tuang, dan diperkirakan mulai populer sejak jaman kolonialisme Belanda.

Telah sejak lama, kopi menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Manggarai. Komoditas ini menjadi gantungan hidup umum masyarakat setempat sehingga mereka dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Karenanya, pada acara launching hari Kamis (31/5) tersebut, Bupati Manggarai mengungkapkan apresiasinya pada seluruh petani.

“Sertifikat ini berhasil diraih karena perjuangan dan kearifan para petani kita. Terima kasih untuk seluruh petani kopi di tiga Kabupaten di Manggarai ini,” ungkapnya.

Acara launching tersebut juga melahirkan tagline: Kopi Arabika Flores Manggarai: Nikmat, Harum, Beda Rasa. Bupati Manggarai Deno Kamelus, mewakili pemerintah tiga Kabupaten menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang keras sehingga penghargaan atas kekayaan intelektual petani Manggarai tersebut diperoleh pada tahun ini. (mus)

Komentar ANDA?