Perlemen di Daerah Siap Perjuangkan Masalah Perempuan

0
153
????????????????????????????????????

KUPANG. NTTsatu.com – Kaukus perempuan parlemen yang berada di daerah harus  siap memperjuangkan semua persoalan perempuan yang terjadi di NTT dan memperkuat gerakan perempuan dalam berbagai kebijakan pro gender sesuai fungsi sebagai parlemen.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Sikka, Maria Anggelorum Mayestati yang  didampingi beberapa anggota DPRD lain yakni Paskalia dari DPRD Sikka, Maria Filiina Tahu dan Maria Hidelgardis Amlena dari DPRD Timor Tengah Utara (TTU) usai kegiatan lokakarya yang diselenggarakan di Kantor DPRD Provinsi NTT, Jumat (21/8/2015).

Dalam keterangan pers yang dipandu oleh Direksi  Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe tersebut , Maria Anggelorum Mayestati mengatakan, parlemen, akan melakukan sharing terkait daerah masing, dengan berbagai persoalan perempuan di daerah masing-masing sesuai tugas yang dipercayakan di parlemen.

Dikatakannya, banyak Persoalan yang terjadi diantaranya menyangkut keselamatan dan kesejahteraan perempuan dan anak. Tinggi kasus trafficking yang dialami oleh anak dan perempuan di daerah ini.

“Perlemen  kaukus perempuan segera dibentuk di semua regional sesuai dengan jumah parlemen agar bersatu dalam  memperkuat dan merumus secara bersama program yang berada pada wilayah kerja masing dalam  penanganan kasus-kasus perempuan di NTT. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas perempuan,”katanya.

Dia menambahkan, diilihat kurangnya perempuan dalam pencalegan, karena masih kurang kualitas kaum perempuan. Karena itu kaukus ini akan bersama mendorong perempuan agar terpilih sehingga bisa memperjuangkan persoalan perempuan di daerah masing-masing sesuai tugas yang dipercayakan kepadanya di parlemen.

“Yang paling utama penguatan kapasitas. Parlemen perempuan datang dari besik yang berbeda-beda  sesuai  kemampuan. Kini tinggal bagaimana melakukan penguatan kapasitas. Banyak kebijakan parlemen yang tidak berpihak kepada perempuan,” katanya.

Sementara anggota DPRD dari Sikka,Paskalia mengatakan,  terbentuknya kaukus ini, keberadaanya dinilai tepat untuk menyelesaikan masalah perempuan. Perempuan adalah mahkluk mulia, namun perempuan tidak bisa berjalan karena itu butuh dukungan dari berbagai pihak.
Sedangkan Maria Hidelgardis Amlena dari DPRD TTU mengatakan, kekuatan perleman kaukus ini akan membuat wajah perempuan lebih baik terutama di parlemen. (rif/bp)

Komentar ANDA?