Pertemuan Brigage Meo dan Komisi 1 DPRD NTT Nyaris Ricuh

0
185
Foto: Pertemuan Brigade Meo dan Komisi 1 DPRD NTT

NTTsatu.com – KUPANG – Pertemuan antara Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Komisi 1 DPRD NTT di ruang rapat Komis ini nyaris ricuh. Karena terkesan adanya pemaksaan kehendak dari Brigade Meo kepada Komisi 1.

Dalam pertemuan yang dipandu Ketua Komisi I DPRD NTT Kasintus Ebu Tho dihadiri empat anggota Komisi, Brigade Meo NTT yang dipimpin ketuanya Pdt. Ady William Frith Ndiy dan sejumlah anggota Brigade Meo. Ady menyebut sejumlah Parpol yang disinyalir menjadi “biang khaos” di tingkat nasional antara lain Parta Gerindra dan PKS.

Tindakan itu tidak diterima Ketua komisi 1 dan dengan tegas menyatakan, jangan bawa-bawa nama Partai dalam pertemuan itu. Namun, ketegangan itu akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.

Brigade Meo yang datang dengan membawa surat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dengan kop surat “8 Pernyataan Sikap Masyarakat NTT atas Putusan Hakim Terhadap Dugaan Kasus Penodaan Agama SDR. Basuki Tjahaya purnama dan Kondisi Bangsa Terkini”.

Dalam pertemuan itu, Brigade Meo terkesan memaksakan kehendak agar lima anggota Komisi 1 yang hadir saat itu membubuhkan tandatangan di atas surat tersebut termasuk diatas spanduk petisi yang sudah mereka siapkan sepanjang 30 meter.

Kasintus pada kesempatan itu menyatakan, pernyataan sikap itu diterima dan akan diteruskan kepada Pimpinan dewan agar dewan secara kelembangaan akan menggelar rapat dan menyatakan sikap terhadap kehendak Brigade Meo tersebut.

Pdt Ady Wiliam kepada wartawan usai pertemuan itu menyatakan, mereka sangat prihatin dengan kondisi negara saat ini, Karena itu mereka menuntut pemerintah pusat untuk membebaskan Ahok, bubarkan FPI dan HTI dan memerintahkan Komisi Judisial untuk menghadili para hakim yang mengfili Ahok.

“Jika pemerintah tidak segera bersikap menangkap dan memenjarakan Habib Rizieq, maka masyarakat aka mencari dan menangkapnya,” kata Adi William (bp)

Komentar ANDA?