Pesan Terakhir Araujo Kepada Anaknya Sebelum Tembak Kepala

0
237
Foto: Anak Kandung dan ayah angkat Almarhum Araujo

NTTsatu.com – KUPANG – Sosok Aiptu Fransisco De Araujo, polisi yang menembak kepalanya merupakan sosok terbuka dengan isteri dan keluarga dekatnya. Selain terbuka, Fransisco juga sangat religius dan penyayang.

Salah satu anak kesayangannya yakni, Faldi Imanuel De Araujo. Sebelum menembaki kepalanya, Fransisco sempat mengantar anak lelaki tunggalnya itu ke sekolah.

“Malamnya tidur dengan anaknya dan paginya masih antar ke sekolah,” ujar Toto Sucipto kepada wartawan di Kupang, Rabu(7/5/2017).

Tito mengatakan, dirinya menjadikan Fransisco sebagai anak angkat sejak tahun 1999 pasca terlepasnya Timor-Timur dari NKRI. Sejak itulah dia mengenal betul sosok Fransisco.

“Dia orangnya sangat terbuka dan jujur. Saking jujurnya, dengan wanita lain saat ke Surabaya saja dia jujur ke isterinya,” turur Toto.

Saat masih bertugas di Timor Leste, Fransisco bertugas di bagian intel. Orang tua Fransisco saat ini masih hidup dan menetap di Los Palos, Timor Leste.

“Sampai saat ini orangtuanya tidak pernah ke Indonesia. Hanya isterinya, Martina De Araujo yang sering kesana kunjungi keluarga,” imbuh Tito.

Sejak 1999, Fransisco tidak pernah mengunjungi orangtuanya karena faktor keselamatan. Namun, saking rindunya, pada bulan April lalu, Fransisco meminta ijin ke isterinya untuk menjenguk orangtuanya.

“Dia telepon ke saya katanya rindu dengan orangtuanya sehingga minta ijin ke sana,” jelas Toto.

Dari keterangan dokter, Fransisco hingga kini masih kritis dan belum ada tanda-tanda mengalami perubahan.

Faldi Imanuel De Araujo, anak bungsu Fransisco mengatakan, ayahnya adalah sosok penyayang yang sangat menyayanginya. Malam sebelum tidur, kata Faldi, ayahnya lama memeluknya dan mengajaknya untuk tidur berdua karena besok harus ke sekolah.

“Ayah peluk saya sampai ke tempat tidur. Usap-usap kepala saya dan berpesan, Faldi sekolah yang pintar biar bisa gantikan bapak kelak,” tutur Faldi.

Pagi hari saat mengantarnya ke sekolah, ayahnya masih memeluk dan mencium keningnya. Saat turun dari motor, ayahnya masih menciumnya dan berpesan agar rajin belajar.

“Saat pulang sekolah saya lihat banyak polisi di rumah dan ada tetangga yang bilang kalau ayah di Rumah Sakit Bhayangkara karena bunuh diri. Saya menangis dan berlari menuju ke rumah sakit,” papar Faldi.

Aiptu Fransisco diduga menembak dirinya sendiri di rumahnya. Saat dibawa ke rumah sakit Aiptu Fransisco masih hidup.

“Dugaan menembak diri yang dilakukan anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco De Araujo, Kanit PAM Obvit Polres,” kata Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abast saat dikonfirmasi terpisah.

Peristiwa ini menurut Jules mulanya diketahui saksi Saladin yang mendengar suara tembakan sekitar pukul 07.30 Wita di rumah Aiptu Fransisco, Jl Nangka, Oebobo, Kupang. Saksi bergegas memanggil tetangganya.

“Kemudian anggota Paminal Polres Kupang Kota bersama warga sekitar masuk ke dalam rumah dan mendobrak pintu kamar korban dan setelah berhasil membuka pintu korban sudah tergeletak di atas tempat tidur dengan kondisi bersimbah darah di bagian kepala dan saat itu masih bernapas,” terangnya. (bp)

Komentar ANDA?